Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 7274-88-6

D-(-)-Lysine Monohydrochloride TCI L0128

D-(-)-Lysine Monohydrochloride TCI L0128

Identitas Kimia

No. CAS
7274-88-6
PubChem
CID 81691·SID 87572083
Rumus molekul
C6H15ClN2O2
Berat molekul
182.65 g/mol
Kemurnian
>98.0%(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2R)-2,6-diaminohexanoic acid;hydrochloride
SMILES
C(CCN)C[C@H](C(=O)O)N.Cl
InChIKey
BVHLGVCQOALMSV-NUBCRITNSA-N
Harga reguler Rp 823.200,00
Harga reguler Harga obral Rp 823.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

D-(-)-Lysine Monohydrochloride adalah garam monohidroklorida dari enansiomer D lisin, yaitu bentuk cermin dari asam amino L-lisin yang lazim ditemukan pada protein makhluk hidup. Karena alam hampir selalu memakai konfigurasi L, ketersediaan bentuk D dalam kemurnian enansiomer yang terjaga menjadikannya reagen bernilai tinggi untuk penelitian stereokimia dan biokimia. Di laboratorium, senyawa ini digunakan untuk merakit peptida yang mengandung residu D, mempelajari selektivitas enzim terhadap konfigurasi substrat, serta menyiapkan pembanding kiral pada pengembangan metode analisis.

Sifat yang membuatnya dipilih adalah kombinasi kemurnian stereokimia dan kemudahan penanganan sebagai garam. Lisin memiliki dua gugus amino, yakni amino-alfa dan amino-epsilon pada rantai sampingnya, sehingga bersifat basa dan menawarkan dua titik modifikasi kimia yang berbeda reaktivitasnya. Bentuk monohidroklorida berwujud padatan kristalin yang stabil, mudah ditimbang, serta larut baik dalam air, sehingga penyiapan larutan dapar maupun larutan stok berlangsung praktis. Konfigurasi D-nya membuat residu ini tahan terhadap sebagian besar protease alami, sebuah karakter yang sangat dimanfaatkan dalam rancangan peptida berumur panjang.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkannya pada riset peptida antimikroba, kajian dinding sel bakteri yang memang mengandung asam amino berkonfigurasi D, serta pengembangan metode kromatografi kiral di laboratorium farmasi dan pengujian mutu. Perguruan tinggi yang menjalankan program kimia medisinal dan bioteknologi menggunakannya sebagai bahan penelitian tesis untuk membandingkan aktivitas biologis peptida berkonfigurasi L dan D, sekaligus sebagai sarana pengajaran konsep stereokimia asam amino secara nyata.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis peptida tahan protease, karena residu berkonfigurasi D tidak dikenali oleh sebagian besar enzim proteolitik sehingga memperpanjang masa hidup molekul.
  • Studi stereoselektivitas enzim, sebab membandingkan bentuk D dan L memperlihatkan secara tegas sejauh mana suatu enzim membedakan konfigurasi substratnya.
  • Pengembangan metode kromatografi kiral, mengingat senyawa ini berperan sebagai standar pembanding untuk memastikan pemisahan enansiomer berjalan dengan resolusi memadai.
  • Riset dinding sel bakteri, karena asam amino berkonfigurasi D merupakan komponen peptidoglikan sehingga relevan untuk kajian biosintesis dan target antibiotik.
  • Rancangan peptida antimikroba, sebab penggantian residu L dengan D kerap meningkatkan kestabilan biologis tanpa menghilangkan aktivitas terhadap sel mikroba.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry)
Nomor CAS 7274-88-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering, dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari kelembapan

Simpan D-(-)-Lysine Monohydrochloride dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung. Garam asam amino umumnya mudah menyerap uap air, sehingga penyimpanan dalam desikator atau lemari berpengering sangat membantu menjaga mutu bahan di iklim lembap Indonesia. Lakukan penimbangan dengan cepat menggunakan spatula bersih dan kering, lalu tutup rapat kembali wadah induk agar tidak terjadi kontaminasi atau penggumpalan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup debu halus. Siapkan larutan stok secukupnya dan simpan dingin bila akan dipakai berulang.

  • Mohammadi dkk. (2006). Concentration of l-lysine monohydrochloride (l-lysine–HCl) syrup using vacuum membrane distillation. Desalination doi:10.1016/j.desal.2006.03.441
  • Kumar dkk. (2012). Electro‐membrane reactor for the conversion of lysine monohydrochloride to lysine by in situ ion substitution and separation. Journal of Chemical Technology & Biotechnology doi:10.1002/jctb.3920
  • EFSA Panel on Additives and Products or Substances used in Animal Feed (FEEDAP) (2013). Scientific opinion on the safety and efficacy of concentrated liquid L‐lysine (base), concentrated liquid L‐lysine monohydrochloride and L‐lysine monohydrochloride produced by Escherichia coli (FERM BP‐10941) for all animal species, based on three dossiers submitted by Ajinomoto Eurolysine SAS. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2013.3365

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.