DL-Lysine Dihydrochloride adalah campuran rasemat lisin, yakni gabungan enansiomer D dan L dalam perbandingan setara, yang distabilkan sebagai garam dihidroklorida. Bentuk dihidroklorida berarti kedua gugus amino lisin, baik amino-alfa maupun amino-epsilon, telah terprotonasi dan berpasangan dengan ion klorida, menghasilkan padatan kristalin yang stabil dan mudah larut dalam air. Di laboratorium, senyawa rasemat seperti ini dipakai ketika kemurnian enansiomer bukan faktor penentu, atau justru ketika peneliti membutuhkan campuran rasemat sebagai bahan uji pemisahan kiral.
Karakteristik yang menjadikannya berguna adalah keberadaannya sebagai rasemat terkendali dengan komposisi yang jelas, sehingga cocok sebagai bahan uji untuk memvalidasi kolom kromatografi kiral, enzim resolusi, maupun metode kristalisasi diastereomerik. Bentuk dihidroklorida memberikan kestabilan penyimpanan yang lebih baik dan kelarutan air yang tinggi dibandingkan basa bebasnya, sekaligus menghasilkan larutan yang bersifat asam sehingga memudahkan penyiapan larutan pada pH rendah. Wujud padatan kristalinnya memudahkan penimbangan akurat, dan sifatnya yang tidak berwarna tidak mengganggu pengukuran spektrofotometri pada rentang tampak.
Laboratorium di Indonesia memanfaatkannya terutama pada pengembangan dan validasi metode analisis kiral di industri farmasi, riset resolusi enzimatik, serta kajian biokimia yang memerlukan kontrol terhadap konfigurasi substrat. Laboratorium pendidikan tinggi menggunakannya sebagai bahan praktikum stereokimia untuk memperagakan perbedaan perilaku rasemat dan enansiomer murni, sementara laboratorium riset bioteknologi memakainya dalam percobaan penapisan enzim yang mampu membedakan kedua konfigurasi tersebut.
Brosur TCI (PDF)
- Amino Acids and Peptide Synthesis Reagents 2025-08-14 · hal. 4
- Validasi metode kromatografi kiral, karena campuran rasemat ini menjadi bahan uji ideal untuk memastikan kolom mampu memisahkan kedua enansiomer secara memadai.
- Penapisan enzim resolusi kiral, sebab enzim stereoselektif dapat diuji kemampuannya mengubah satu enansiomer sambil meninggalkan pasangannya tetap utuh.
- Studi kristalisasi diastereomerik, mengingat rasemat lisin dapat direaksikan dengan asam kiral untuk mempelajari pemisahan berbasis perbedaan kelarutan garam.
- Praktikum dan pengajaran stereokimia, karena perbandingan langsung antara rasemat dan enansiomer murni memperjelas konsep aktivitas optik bagi mahasiswa.
- Penyiapan larutan dapar dan media penelitian, sebab kelarutan airnya yang tinggi memudahkan pembuatan larutan pekat pada kondisi pH yang asam.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 617-68-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Peptide Chemistry |
| Ukuran kemasan | 25 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk dan kering, dalam wadah tertutup rapat dan terlindung dari kelembapan |
Simpan DL-Lysine Dihydrochloride dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung. Garam dihidroklorida asam amino cenderung higroskopis, sehingga penyimpanan dalam desikator atau lemari berpengering dianjurkan agar bahan tidak menggumpal dan bobot penimbangan tetap akurat di lingkungan laboratorium yang lembap. Lakukan penimbangan dengan cepat memakai spatula bersih dan kering, kemudian tutup kembali wadah induk. Hindari kontak dengan basa kuat, kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta jangan menghirup debu halus saat memindahkan bahan.
—

