Isopropyl Methacrylate (stabilized with MEHQ), dengan nomor CAS 4655-34-9, adalah bahan kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi polimerisasi untuk menghasilkan polimer dengan sifat tertentu. Bahan ini sering ditemukan dalam laboratorium ilmu material dan kimia, terutama dalam penelitian tentang polimer dan bahan makromolekul. Sebagai monomer, Isopropyl Methacrylate berperan sebagai bahan dasar untuk sintesis polimer seperti polimetilmetakrilat (PMMA) dan poliakrilat.
Isopropyl Methacrylate memiliki sifat kimia yang stabil karena di stabilisasi dengan MEHQ (methyl ethyl glycol hydroquinone), yang mencegah oksidasi dan degradasi selama penyimpanan. Bahan ini memiliki titik didih dan titik leleh yang rendah, sehingga mudah dalam proses pemanasan dan pendinginan. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal dalam reaksi polimerisasi yang memerlukan kontrol suhu yang ketat.
Di laboratorium Indonesia, Isopropyl Methacrylate digunakan dalam penelitian dan pengembangan bahan baru, termasuk dalam pembuatan bahan komposit, pelapis, dan bahan kemasan. Bahan ini juga sering digunakan dalam industri farmasi dan kosmetik untuk produksi produk yang memerlukan sifat kimia tertentu. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh peneliti dan industri yang memerlukan bahan ini.
- Penggunaan dalam sintesis polimer untuk aplikasi industri seperti bahan kemasan dan pelapis.
- Penelitian tentang sifat fisik dan kimia polimer yang dihasilkan dari monomer ini.
- Pembuatan bahan komposit dengan sifat mekanik yang baik untuk aplikasi teknik.
- Pengembangan bahan kimia untuk industri farmasi dan kosmetik.
- Uji kinerja bahan dalam lingkungan tertentu untuk mengevaluasi stabilitas dan reaktivitas.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4655-34-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara bebas. |
Isopropyl Methacrylate harus disimpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber cahaya langsung serta paparan udara bebas. Bahan ini bersifat volatil, sehingga wadah harus rapat untuk mencegah penguapan. Penanganan harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker respirator. Pastikan area penyimpanan ventilasi baik dan bebas dari percikan. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta jauhkan dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif.
- Byun dkk. (2006). Phase behavior measurement on the binary mixture for isopropyl acrylate and isopropyl methacrylate in supercritical CO2. Fluid Phase Equilibria doi:10.1016/j.fluid.2006.08.019
- Byun dkk. (2007). High pressure phase behavior of poly[isopropyl acrylate] and poly[isopropyl methacrylate] in supercritical fluid (SCF) solvent and SCF solvent + cosolvent mixtures. The Journal of Supercritical Fluids doi:10.1016/j.supflu.2006.11.005
- Srinivasulu dkk. (1991). Synthesis and characterization of poly(isopropyl methacrylate‐co‐acrylamide). Die Angewandte Makromolekulare Chemie doi:10.1002/apmc.1991.051890109
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
