2-Methylquinoxaline adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa heterosiklik kompleks. Bahan ini memiliki struktur dasar quinoxalin yang diperkuat dengan substitusi metil pada posisi tertentu, sehingga memberikan sifat reaktif dan kestabilan tertentu. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan senyawa obat, bahan kimia industri, dan senyawa organik kompleks.
Karena struktur kimianya yang kompleks dan sifat reaktivanya yang tinggi, 2-Methylquinoxaline menjadi pilihan utama dalam reaksi substitusi dan reaksi siklik. Senyawa ini memiliki daya tarik karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai grup fungsi lain, sehingga memungkinkan pembentukan senyawa baru dengan berbagai aplikasi. Ketersediaannya dalam bentuk padat dan kemudahan dalam penggunaan membuatnya sangat praktis untuk laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, 2-Methylquinoxaline digunakan dalam penelitian kimia organik, sintesis senyawa farmakologis, dan pengembangan bahan kimia baru. Bahan ini sangat relevan untuk peneliti yang bekerja di bidang kimia murni dan terapan, terutama di lembaga penelitian dan universitas.
- Sintesis senyawa heterosiklik kompleks karena struktur dasarnya yang stabil dan reaktif
- Pengembangan bahan kimia farmakologis untuk penelitian obat baru
- Reaksi substitusi dalam sintesis senyawa organik dengan berbagai fungsi
- Penelitian kimia murni untuk memahami sifat dan reaktivitas senyawa kompleks
- Pembuatan bahan kimia industri yang memerlukan struktur heterosiklik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 7251-61-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2-Methylquinoxaline harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, namun tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Dalam laboratorium, sebaiknya digunakan dalam ruangan yang terkontrol dan dengan perlengkapan pelindung yang sesuai.
- Chen dkk. (2018). Synthesis of deuterium‐labeled 2‐quinoxalinecarboxylic acid and 3‐methylquinoxaline‐2‐carboxylic acid from deuterium aniline. Journal of Labelled Compounds and Radiopharmaceuticals doi:10.1002/jlcr.3679
- Cordeiro dkk. (1996). Methylglyoxal Assay in Cells as 2-Methylquinoxaline Using 1,2-Diaminobenzene as Derivatizing Reagent. Analytical Biochemistry doi:10.1006/abio.1996.0076
- Aggarwal dkk. (2007). Reaction of 2-hydrazino-3-methylquinoxaline with aryl-1,3-diketones: A structural reinvestigation. Arkivoc doi:10.3998/ark.5550190.0008.f28
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
