3-Methyl-1-phenyl-5-pyrazolone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen penelitian farmakologis dan bio-kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam studi tentang interaksi senyawa dengan reseptor biologis, terutama dalam penelitian obat. Sebagai reagen, senyawa ini berperan dalam sintesis senyawa kompleks dan pengujian aktivitas biologis. Bahan ini sangat relevan dalam laboratorium yang melakukan penelitian tentang efek farmakologis dan mekanisme aksi obat.
Senyawa ini memiliki struktur kimia yang kompleks dan reaktivitas yang tinggi, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia dalam laboratorium. Sifatnya yang stabil dalam kondisi tertentu memungkinkan penggunaan yang aman selama proses eksperimen. Ketersediaan dalam berbagai kemasan juga memudahkan penggunaan dalam skala kecil hingga besar.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian ilmu farmasi, biokimia, dan ilmu kesehatan. Banyak institusi penelitian dan universitas mengandalkan bahan ini untuk eksperimen yang memerlukan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu. Kehadiran bahan ini mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang kesehatan.
- Penelitian farmakologis untuk menguji efek senyawa pada reseptor biologis
- Sintesis senyawa kompleks dalam bidang kimia organik
- Pengujian aktivitas antioksidan pada berbagai bahan kimia
- Eksperimen untuk memahami mekanisme aksi obat dalam tubuh
- Penelitian tentang interaksi senyawa dengan protein target
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 89-25-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Pharmaceutical Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari atau suhu tinggi. Gunakan wadah yang tahan terhadap reaksi kimia untuk mencegah kontaminasi. Selalu gunakan sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk meminimalkan risiko paparan. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menjaga keselamatan di laboratorium.
—

