Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 2411-83-8

Methyl 2,3-Dihydroxybenzoate TCI M1737

Methyl 2,3-Dihydroxybenzoate TCI M1737

Identitas Kimia

No. CAS
2411-83-8
PubChem
CID 75484·SID 87561030
Rumus molekul
C8H8O4
Berat molekul
168.15 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
methyl 2,3-dihydroxybenzoate
SMILES
COC(=O)C1=C(C(=CC=C1)O)O
InChIKey
DOAJWTSNTNAEIY-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.757.300,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.757.300,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Methyl 2,3-Dihydroxybenzoate dari TCI adalah ester metil dari asam 2,3-dihidroksibenzoat, sebuah building block aromatik yang menyandang gugus katekol pada posisi orto berdampingan dengan gugus ester. Struktur ini menjadikannya bahan antara yang banyak dicari dalam sintesis organik, terutama untuk penelitian yang melibatkan pengikatan logam, senyawa alami pengikat besi, serta molekul dengan sifat antioksidan. Di laboratorium, senyawa ini berfungsi sebagai titik awal yang efisien karena pola substitusi dua gugus hidroksil berdampingan cukup sulit dibangun dari nol melalui reaksi substitusi aromatik biasa.

Karakteristik yang menonjol dari senyawa ini adalah kemampuan gugus katekolnya membentuk kompleks yang kuat dengan ion logam, khususnya besi triral, melalui koordinasi dua gigi. Sifat ini menjadikannya bahan kunci dalam sintesis siderofor tiruan maupun ligan pengkelat. Selain itu, pasangan gugus hidroksil fenolik memberikan kemampuan menangkap radikal bebas sehingga senyawa ini menarik untuk penelitian antioksidan. Gugus ester metil berperan sebagai pelindung sementara bagi fungsi asam karboksilat sehingga reaksi dapat diarahkan terlebih dahulu ke gugus hidroksil, lalu ester dihidrolisis atau diubah menjadi amida pada tahap berikutnya. Bentuk padatnya memudahkan penimbangan yang akurat dan pemurnian melalui rekristalisasi.

Laboratorium di Indonesia memanfaatkan senyawa ini dalam riset kimia bahan alam, kimia koordinasi, serta pengembangan senyawa bioaktif di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Kemasan 5 g dan 25 g memberi pilihan yang sesuai baik untuk percobaan skala kecil pada tahap penjajakan maupun untuk penyiapan bahan dalam jumlah lebih besar ketika rute sintesis sudah mantap. Sifatnya yang relatif mudah ditangani juga membuatnya sesuai untuk kegiatan praktikum lanjut.

  • Sintesis ligan pengkelat logam, karena gugus katekol berdampingan mampu mengikat ion logam secara dua gigi dengan afinitas yang tinggi.
  • Riset siderofor dan pengikat besi, sebab motif 2,3-dihidroksibenzoat merupakan inti struktur berbagai senyawa alami pengikat besi pada mikroorganisme.
  • Penelitian antioksidan, karena pasangan gugus hidroksil fenolik pada cincin aromatik efektif menyumbangkan atom hidrogen untuk meredam radikal bebas.
  • Pembuatan turunan amida dan ester lanjutan, sebab gugus ester metil dapat diubah menjadi berbagai fungsi karbonil lain sesuai kebutuhan rute sintesis.
  • Sintesis senyawa bioaktif dan bahan antara farmasi, karena kerangka benzoat terhidroksilasi banyak muncul pada struktur molekul aktif secara biologis.

Merek TCI
Nomor CAS 2411-83-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan pada suhu ruang
Penyimpanan simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan udara, sesuai petunjuk label serta Lembar Data Keselamatan Bahan.

Senyawa dengan gugus katekol cenderung peka terhadap oksidasi oleh udara dan cahaya, sehingga bahan ini sebaiknya disimpan dalam wadah gelap yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. Bila botol sering dibuka, pertimbangkan penyimpanan di bawah gas inert atau di dalam desikator untuk memperlambat perubahan warna akibat oksidasi permukaan. Gunakan spatula kering dan bersih serta tutup wadah segera setelah pengambilan bahan. Hindarkan dari kontak dengan bahan pengoksidasi kuat dan basa kuat. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta lakukan penimbangan di area berventilasi memadai.

—