TCI M1863 Methyl 2-Oxovalerate adalah ester metil dari asam 2-oksovalerat, yaitu sebuah alfa-keto ester dengan rantai alifatik pendek. Molekul ini memiliki dua pusat reaktif yang berdekatan, yakni gugus keton pada posisi alfa dan gugus ester, sehingga tergolong sinton serbaguna dalam kimia organik dan biokimia. Di laboratorium, senyawa alfa-keto ester banyak digunakan sebagai bahan awal untuk membangun asam amino, senyawa hidroksi, maupun cincin heterosiklik melalui reaksi adisi, reduksi, dan kondensasi. Keberadaan bahan ini dalam bentuk siap pakai membantu peneliti melewati tahap pembuatan sendiri yang biasanya memerlukan penanganan khusus dan pemurnian yang cukup menyita waktu.
Daya tarik utama alfa-keto ester terletak pada elektrofilisitas gugus karbonil ketonnya yang diperkuat oleh gugus ester di sebelahnya. Kondisi ini membuat gugus keton mudah diserang nukleofil, sehingga reaksi berjalan pada suhu yang lebih rendah dan waktu yang lebih singkat dibandingkan keton biasa. Sifat tersebut juga menjadikannya substrat favorit dalam kajian reduksi asimetrik dan biokatalisis, karena hasil reduksinya berupa alfa-hidroksi ester kiral yang bernilai tinggi. Rantai valerat yang relatif pendek memberi kelarutan baik dalam pelarut organik umum sekaligus menjaga molekul tetap ringan, sehingga mudah dipantau dengan teknik kromatografi maupun spektroskopi rutin.
Di Indonesia, bahan ini umumnya dipakai pada penelitian biokimia, enzimologi, dan kimia sintesis di laboratorium universitas serta lembaga riset. Kelompok riset biokatalisis kerap menggunakannya sebagai substrat uji untuk menilai kinerja enzim reduktase atau dehidrogenase, sedangkan laboratorium kimia organik memanfaatkannya sebagai bahan awal sintesis bertingkat. Kemasan lima gram cukup memadai untuk rangkaian percobaan optimasi tanpa menyisakan stok berlebih yang berisiko menurun mutunya selama penyimpanan panjang.
- Substrat uji biokatalisis: gugus alfa-keto yang reaktif menjadikannya model ideal untuk menguji aktivitas serta selektivitas enzim reduktase dan dehidrogenase.
- Sintesis alfa-hidroksi ester kiral: reduksi selektif pada gugus keton menghasilkan produk kiral bernilai tinggi untuk penelitian kimia medisinal dan katalisis asimetrik.
- Pembuatan turunan asam amino: kerangka alfa-keto dapat diubah menjadi asam amino melalui aminasi reduktif, jalur klasik yang banyak dipelajari di laboratorium.
- Bahan awal sintesis heterosiklik: kombinasi gugus keton dan ester memudahkan reaksi kondensasi untuk membentuk cincin lima atau enam anggota yang beragam.
- Kajian metabolisme dan jalur biokimia: dipakai sebagai senyawa model untuk menelaah perilaku analog keto asam pada penelitian metabolik tingkat laboratorium.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk M1863 |
|---|---|
| Nomor CAS | 6376-59-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids |
| Ukuran kemasan | 5 g |
| Bentuk fisik | ester alifatik rantai pendek, umumnya berupa cairan; pastikan pada label dan CoA lot |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, terlindung cahaya, dan wadah tertutup rapat sesuai anjuran produsen |
Simpan botol dalam posisi tegak di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber api serta panas. Alfa-keto ester sebaiknya terlindung dari cahaya dan kelembapan karena gugus karbonilnya cukup reaktif; menutup wadah rapat setelah setiap penggunaan adalah kebiasaan yang wajib dijaga. Pemindahan bahan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam untuk menghindari terhirupnya uap. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama bekerja. Pisahkan penyimpanannya dari basa kuat, asam kuat, amina, dan bahan pengoksidasi. Bersihkan tumpahan segera dengan bahan penyerap inert dan buang limbah sesuai prosedur pengelolaan limbah kimia laboratorium.
—

