TCI M2323 Methylamine (ca. 9% in Ethanol, ca. 2 mol/L) adalah larutan metilamina siap pakai dalam pelarut etanol dengan konsentrasi sekitar dua molar. Metilamina sendiri merupakan amina primer paling sederhana yang berwujud gas pada suhu ruang, sehingga penanganannya dalam bentuk murni cukup merepotkan bagi laboratorium umum. Penyediaannya sebagai larutan dalam etanol menjawab persoalan tersebut: peneliti dapat mengambil pereaksi ini dengan syringe atau pipet volumetrik, menakar jumlah molnya secara langsung dari volume, dan memasukkannya ke dalam reaksi tanpa perlu peralatan penanganan gas bertekanan.
Karakteristik yang membuat larutan ini banyak dipilih adalah kepraktisan sekaligus reaktivitas metilamina sebagai nukleofil dan basa. Metilamina bereaksi cepat dengan ester, klorida asam, anhidrida, epoksida, dan alkil halida, serta menjadi komponen kunci pada aminasi reduktif untuk memasang gugus N-metilamino. Konsentrasi yang sudah ditetapkan sekitar 2 mol/L memudahkan perhitungan stoikiometri sehingga hasil reaksi lebih mudah diulang antar percobaan. Pelarut etanol bersifat protik dan mampu melarutkan banyak substrat polar, meskipun peneliti perlu mempertimbangkan kemungkinan transesterifikasi bila substratnya berupa ester yang sensitif. Larutan ini mudah menguap, mudah terbakar, dan berbau tajam khas amina.
Di laboratorium Indonesia, larutan metilamina banyak dipakai pada riset sintesis organik, kimia medisinal, dan pengembangan bahan di universitas serta industri. Kemasan 100 mL dengan tutup bersepta sangat sesuai dengan pola pemakaian di sini, yaitu pengambilan berulang dalam jumlah kecil menggunakan syringe tanpa membuka wadah sepenuhnya, sehingga kehilangan pereaksi akibat penguapan dapat ditekan dan mutu larutan terjaga lebih lama.
- Aminasi reduktif aldehida dan keton, karena metilamina bereaksi membentuk imina yang kemudian direduksi menjadi amina sekunder N-metil secara efisien.
- Pembentukan N-metilamida dari ester, klorida asam, atau anhidrida, sebab larutan berkonsentrasi tetap memudahkan penakaran pereaksi berlebih yang terkendali.
- Substitusi nukleofilik pada alkil halida dan tosilat, di mana metilamina berperan sebagai nukleofil kecil yang tidak terlalu terhalang secara sterik.
- Pembukaan cincin epoksida dan aziridin, karena serangan amina menghasilkan amino alkohol yang berguna sebagai kerangka antara pada banyak jalur sintesis.
- Substitusi aromatik nukleofilik pada heteroaril terhalogenasi teraktivasi, yang memungkinkan pemasangan gugus metilamino langsung ke inti heterosiklik target.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk M2323 |
|---|---|
| Nomor CAS | 74-89-5 (metilamina) |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Synthetic Reagents > Acids, Bases [Synthetic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 100 mL |
| Bentuk fisik | larutan cair, kira-kira 9% metilamina dalam etanol (sekitar 2 mol/L) |
| Penyimpanan | simpan dingin, tertutup rapat, jauh dari sumber api dan panas |
Larutan ini mudah terbakar dan mudah menguap, sehingga wajib disimpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk — idealnya lemari pendingin khusus bahan kimia yang aman terhadap uap mudah terbakar — serta jauh dari api, percikan, dan sumber panas. Selalu buka dan ambil larutan di dalam lemari asam karena uap amina berbau tajam dan mengiritasi saluran pernapasan serta mata. Pengambilan sebaiknya menggunakan syringe kering melalui septum dan wadah disetimbangkan ke suhu ruang lebih dahulu agar tidak terjadi tekanan berlebih. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium; jauhkan dari asam kuat dan oksidator. Baca Safety Data Sheet sebelum bekerja.
—
