Methyl 3-Amino-6-bromopyrazine-2-carboxylate adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik, terutama dalam pembuatan senyawa heterosiklik kompleks. Bahan ini memiliki struktur yang mengandung pyrazine, sebuah cincin heterosiklik yang sering ditemukan dalam senyawa obat, pestisida, dan bahan kimia industri. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap paparan sinar UV dan oksidasi. Karena memiliki gugus amina dan bromo, senyawa ini memiliki reaktivitas tinggi dan cocok untuk reaksi substitusi, coupling, dan reaksi lain yang memerlukan keberadaan gugus fungsi aktif. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian farmakologi, kimia organik, dan pengembangan bahan kimia baru. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk eksperimen yang memerlukan senyawa heterosiklik sebagai bahan dasar. Ketersediaannya dari produsen ternama seperti TCI menjadikannya mudah diakses oleh para peneliti di Indonesia.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur heterosiklik kompleks
- Pengembangan bahan aktif dalam bidang pestisida dan herbisida
- Reaksi kimia organik untuk pembuatan senyawa dengan aktivitas biologis
- Penelitian tentang mekanisme reaksi kimia dalam lingkungan laboratorium
- Eksperimen kimia untuk pengujian sifat reaktivitas senyawa heterosiklik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 6966-01-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Simpan di suhu ruangan yang stabil dan terhindar dari kelembapan. Gunakan peralatan laboratorium yang bersih dan bebas kontaminasi. Karena reaktivitas tinggi, pastikan penggunaan dilakukan dalam lingkungan yang terkontrol dan dengan perlindungan yang memadai.
—

