Methyl 2-Bromothiazole-5-carboxylate adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur kompleks yang melibatkan atom sulfur dan nitrogen, menjadikannya penting dalam berbagai reaksi kimia organik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu, seperti obat atau bahan kimia industri.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu dan mudah bereaksi dalam lingkungan reaktif. Karena struktur kimianya yang spesifik, senyawa ini dipilih sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa heterosiklik yang membutuhkan substitusi bromo pada posisi tertentu. Keistimewaan ini menjadikannya bahan yang sangat diminati dalam penelitian kimia organik.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia dan farmasi. Banyak institusi pendidikan dan penelitian menggunakan senyawa ini untuk pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang medis dan industri. Ketersediaan dan keandalan produk ini menjadikannya pilihan utama di berbagai laboratorium di Indonesia.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa heterosiklik yang memiliki aktivitas biologis tinggi
- Pengembangan obat dengan struktur kimia kompleks
- Reaksi substitusi bromo dalam senyawa aromatik
- Penelitian tentang aktivitas antioksidan dan antitumor
- Pengujian keterikatan senyawa dalam reaksi kimia organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 54045-74-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat dianjurkan. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, pastikan untuk mengenakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit atau mata, dan pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol.
—
