3,3'-Methylenebis(1-tert-butyl-3-imidazolium Bromide) adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi katalitik dan sintesis organik. Bahan ini termasuk dalam kategori ligand donor karbon yang memiliki kemampuan untuk berikatan dengan logam transisi, sehingga mempercepat reaksi kimia. Senyawa ini sering digunakan dalam proses katalisis untuk meningkatkan efisiensi reaksi tanpa mengubah komposisi katalis itu sendiri.
Salah satu keunggulan dari senyawa ini adalah stabilitasnya dalam kondisi reaksi yang beragam. Ia juga memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai logam, seperti nikel, palladium, dan perak, sehingga sangat fleksibel dalam aplikasi. Struktur kimianya yang kompleks membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian katalitik dan sintesis senyawa organik.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini sering digunakan dalam penelitian kimia organik dan katalisis. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakannya untuk mempercepat proses sintesis dan mengurangi waktu pengembangan produk kimia baru.
- Bahan ini digunakan dalam reaksi katalitik untuk meningkatkan efisiensi proses kimia
- Cocok untuk sintesis senyawa organik kompleks yang membutuhkan katalis stabil
- Dapat digunakan dalam proses katalisis asimetris untuk menghasilkan produk dengan struktur spesifik
- Bermanfaat dalam penelitian tentang reaksi kimia yang memerlukan ligand donor karbon
- Dapat digunakan dalam pengembangan katalis berbasis logam transisi untuk aplikasi industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 247902-48-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Carbon-Donor Ligands [Catalysis] |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan udara dan kelembapan |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, serta jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Selama penanganan, harus memakai sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kebocoran atau kontaminasi.
—
