(S)-3-Methylmorpholine Hydrochloride adalah senyawa kimia yang digunakan dalam sintesis asimetris, terutama dalam pembuatan senyawa dengan struktur chiral. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi kimia, terutama dalam penelitian farmakologi dan sintesis senyawa obat. Sebagai chiral building block, senyawa ini berperan penting dalam pembentukan struktur molekul yang memiliki aktivitas biologis spesifik.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang kompleks dengan karakteristik chiral yang membuatnya sangat diminati dalam sintesis asimetris. Sifat kimianya yang stabil dan kemampuannya untuk berinteraksi dengan reaktan lain menjadikannya pilihan yang tepat untuk berbagai reaksi kimia. Ketersediaannya dalam bentuk hidroklorida juga memudahkan proses penanganan dan penggunaannya dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmakologi dan sintesis senyawa aktif. Peneliti dan ilmuwan sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki potensi terapi medis. Karena kebutuhan akan senyawa chiral yang berkualitas tinggi, senyawa ini menjadi bagian penting dari persediaan laboratorium kimia di Indonesia.
- Sintesis senyawa obat dengan struktur chiral untuk pengembangan farmakologi
- Reaksi kimia organik dalam pembuatan senyawa aktif biologis
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa chiral dalam bidang medis
- Pembuatan senyawa intermediet untuk produksi senyawa farmakologis
- Pengujian sifat kimia dan reaktivitas senyawa chiral dalam laboratorium kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1022094-03-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah penyerapan kelembapan dan kontaminasi. Penanganannya harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, senyawa ini sebaiknya disimpan terpisah dari bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reaktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.
—
