Maslinic Acid adalah senyawa kimia alami yang ditemukan dalam berbagai jenis tanaman, terutama dalam kulit buah mangga dan beberapa jenis tanaman obat. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan sebagai bahan baku untuk penelitian ilmiah, terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Maslinic Acid memiliki potensi sebagai senyawa antitumor, anti-inflamasi, dan antidiabetes, sehingga sering dipakai untuk menguji efek biologis pada sel dan organisme. Dalam penelitian, senyawa ini juga digunakan untuk mempelajari mekanisme kerja senyawa alami dalam proses penyembuhan dan pengobatan penyakit.
Maslinic Acid memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkan interaksi dengan berbagai jalur biologis dalam tubuh. Sifat ini membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam eksperimen yang memerlukan senyawa dengan aktivitas biologis yang jelas. Selain itu, senyawa ini stabil dalam kondisi tertentu dan mudah disimpan, sehingga memudahkan proses penelitian di laboratorium. Karena sifatnya yang dapat diatur dan diproduksi secara konsisten, Maslinic Acid menjadi pilihan utama dalam penelitian ilmiah di Indonesia.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Maslinic Acid sering digunakan dalam penelitian bidang kesehatan dan farmasi. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk mengembangkan obat baru, mempelajari efek senyawa alami, dan menguji khasiat bahan-bahan tanaman lokal. Dengan adanya akses ke produk seperti TCI M3652, peneliti di Indonesia dapat memperluas penelitian mereka dan mengembangkan solusi kesehatan yang lebih inovatif.
- Penelitian tentang efek antitumor senyawa alami pada sel kanker
- Uji aktivitas anti-inflamasi pada model eksperimental
- Pengembangan obat herbal berbasis senyawa alami untuk penyakit kronis
- Analisis komposisi kimia tanaman obat lokal untuk penelitian farmakologi
- Studi mekanisme kerja senyawa bioaktif dalam proses penyembuhan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 4373-41-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Maslinic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, terhindar dari paparan cahaya dan kelembapan. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Bahan ini bersifat kimia yang memerlukan penanganan hati-hati, terutama dalam proses pengambilan dan penggunaan. Pastikan wadah yang digunakan tahan terhadap reaksi kimia dan tidak menyerap kelembapan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat mengolah senyawa ini untuk menghindari kontak langsung.
- Nur dkk. (2017). Antioxidant properties of maslinic acid extracted from Plumeria rubra leaves. International Journal of Contemporary Research and Review doi:10.15520/ijcrr/2017/8/07/160
- Sommerwerk dkk. (2015). ChemInform Abstract: Convenient and Chromatography‐Free Partial Syntheses of Maslinic Acid and Augustic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.201508270
- TANG (2008). Effects of Maslinic Acid as a Novel Glycogen Phosphorylase Inhibitor on Blood Glucose and Hepatic Glycogen in Mice. Chinese Journal of Natural Medicines doi:10.3724/sp.j.1009.2008.00053
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
