2-(1-Naphthyl)ethanol adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan struktur rantai alkil yang terhubung dengan cincin naphthalene. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang dapat diubah menjadi senyawa lebih kompleks melalui reaksi substitusi atau reaksi lainnya.
Senyawa ini memiliki struktur molekuler yang stabil dan mudah bereaksi dengan berbagai reagen kimia. Sifat ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk berbagai eksperimen sintesis. Karena sifatnya yang tidak heterosiklik, senyawa ini cocok untuk aplikasi yang memerlukan reaktivitas yang terkendali.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru atau modifikasi senyawa yang sudah ada. Bahan ini sangat berguna bagi para peneliti yang bekerja dalam bidang sintesis, analisis, dan pengembangan produk kimia.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan struktur rantai alkil
- Reaksi substitusi pada cincin naphthalene untuk menghasilkan senyawa baru
- Pembuatan intermediat dalam proses produksi obat atau bahan kimia industri
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa dengan berbagai reagen kimia
- Pengembangan bahan kimia yang memiliki sifat tertentu seperti polaritas atau kelarutan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 773-99-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat (bentuk kristal atau serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan udara lembap untuk mencegah degradasi. Saat menangani, gunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya untuk menghindari kontak langsung. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk meminimalkan risiko kebocoran atau paparan yang tidak terkendali.
- Amrutkar dkk. (2013). One-pot synthesis of (R)-1-(1-naphthyl)ethanol by stereoinversion using Candida parapsilosis. Tetrahedron Letters doi:10.1016/j.tetlet.2013.04.051
- Yadav dkk. (2012). Lipase catalyzed kinetic resolution of (±)-1-(1-naphthyl) ethanol under microwave irradiation. Journal of Molecular Catalysis B: Enzymatic doi:10.1016/j.molcatb.2012.05.007
- Preeti dkk. (2022). Biosynthesis of (S)-1-(1-naphthyl) ethanol by microbial ketoreductase. Environmental Science and Pollution Research doi:10.1007/s11356-022-21749-y
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
