2-(m-Tolyl)ethanol adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa organik kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan penggunaan molekul dengan struktur alkohol dan gugus aril. Dalam laboratorium, senyawa ini memiliki peran penting sebagai bahan pembangun (building block) yang dapat diubah menjadi berbagai senyawa lain melalui reaksi substitusi atau reaksi lainnya.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dan mudah bereaksi dengan berbagai reagen. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai aplikasi sintesis, terutama dalam reaksi yang memerlukan penggunaan grup alkohol. Karena struktur molekulnya yang sederhana namun fleksibel, senyawa ini dapat digunakan untuk membangun senyawa dengan berbagai fungsi dan aplikasi.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini sering digunakan oleh peneliti kimia dan ilmuwan untuk pengembangan senyawa baru, baik dalam bidang farmasi, material, maupun analisis kimia. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh para peneliti yang membutuhkan bahan dasar kimia untuk eksperimen mereka.
- Sintesis senyawa organik kompleks sebagai bahan dasar dalam reaksi kimia
- Pengembangan senyawa farmakologis dalam penelitian obat
- Pembuatan senyawa aroma dan bahan tambahan makanan
- Reaksi substitusi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur berbeda
- Penelitian material baru dengan sifat kimia tertentu
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1875-89-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan udara terbuka. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk menghindari risiko kontaminasi atau kecelakaan kimia.
—
