Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 86-86-2

2-(1-Naphthyl)acetamide TCI N0624

2-(1-Naphthyl)acetamide TCI N0624

Identitas Kimia

No. CAS
86-86-2
PubChem
CID 6861·SID 87573941
Rumus molekul
C12H11NO
Berat molekul
185.22 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-naphthalen-1-ylacetamide
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)C=CC=C2CC(=O)N
InChIKey
XFNJVKMNNVCYEK-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 980.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 980.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI N0624 2-(1-Naphthyl)acetamide, yang juga dikenal sebagai naftalenasetamida atau NAD, adalah senyawa amida turunan asam 1-naftalenasetat. Senyawa ini termasuk zat pengatur tumbuh tanaman golongan auksin sintetik. Di laboratorium bioteknologi dan fisiologi tumbuhan, 2-(1-Naphthyl)acetamide dimanfaatkan untuk mempelajari dan memanipulasi respons tanaman terhadap auksin, seperti pembentukan akar, perkembangan buah, serta pengaturan penjarangan buah pada tanaman hortikultura.

Senyawa ini dipilih karena merupakan analog auksin yang berbeda dari asam naftalenasetat (NAA) dalam bentuk gugus fungsinya, yaitu amida alih-alih asam karboksilat. Perbedaan ini memberi pola aktivitas dan perilaku yang dapat dibandingkan dengan auksin lain dalam penelitian. Sebagai senyawa sintetik, ia umumnya lebih stabil dibandingkan auksin alami seperti IAA, sehingga praktis untuk percobaan yang berlangsung lama. Bagi peneliti, bahan ini memperkaya pilihan zat pengatur tumbuh untuk mengeksplorasi hubungan struktur auksin dengan respons fisiologis tanaman.

Di Indonesia, yang memiliki sektor pertanian dan hortikultura yang luas, senyawa ini relevan bagi laboratorium kultur jaringan, fisiologi tumbuhan, dan agronomi di perguruan tinggi serta balai penelitian. Peneliti dapat memanfaatkannya dalam studi perakaran stek, pengaturan buah pada tanaman buah tropis, dan perbandingan efektivitas zat pengatur tumbuh. Kemasan 25g dan 500g memungkinkan pemakaian mulai dari skala laboratorium hingga uji lapangan yang lebih luas.

  • Penelitian zat pengatur tumbuh: sebagai auksin sintetik, senyawa ini dipakai untuk mempelajari respons fisiologis tanaman terhadap auksin, seperti pemanjangan sel dan pembentukan organ.
  • Studi induksi perakaran: senyawa ini dapat diuji pada stek atau eksplan untuk menilai kemampuannya merangsang pembentukan akar dibandingkan auksin lain.
  • Kajian penjarangan dan perkembangan buah: dalam penelitian hortikultura, auksin sintetik ini dipelajari pengaruhnya terhadap pengaturan jumlah dan perkembangan buah pada tanaman.
  • Kultur jaringan tanaman: senyawa ini dapat dijadikan salah satu variabel zat pengatur tumbuh dalam optimasi media untuk pertumbuhan dan diferensiasi eksplan.
  • Studi hubungan struktur-aktivitas auksin: perbandingan bentuk amida ini dengan asam naftalenasetat membantu memahami pengaruh gugus fungsi terhadap aktivitas biologis auksin.

Merek TCI (kode produk N0624)
Nomor CAS 86-86-2
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Molecular Biology > Plant Biotechnology
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan; rincian lihat CoA dari TCI
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan 2-(1-Naphthyl)acetamide dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya langsung. Pisahkan dari bahan pangan, pakan, dan oksidator kuat. Untuk kemasan besar, pertimbangkan membagi bahan ke wadah kecil yang berlabel jelas agar wadah utama tidak sering dibuka. Kenakan sarung tangan, kacamata pengaman, jas laboratorium, dan masker debu bila perlu. Baca SDS sebelum digunakan dan buang sisa bahan sesuai ketentuan limbah kimia.

  • European Food Safety Authority (2011). Conclusion on the peer review of the pesticide risk assessment of the active substance 2‐(1‐naphthyl)acetamide (notified as 1‐naphthylacetamide). EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2011.2020
  • Da Silva dkk. (2013). Photophysical characterization of the plant growth regulator 2-(1-naphthyl) acetamide. Journal of Photochemistry and Photobiology A: Chemistry doi:10.1016/j.jphotochem.2013.05.009
  • Terasawa dkk. (2018). [2+2+2] Annulation of N-(1-Naphthyl)acetamide with Two Alkynoates via Cleavage of Adjacent C–H and C–N Bonds Catalyzed by an Electron-Deficient Rhodium(III) Complex. Molecules doi:10.3390/molecules23123325

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.