Neohesperidin Dihydrochalcone dari TCI (kode N0675) adalah glikosida flavonoid semisintetik yang dibuat dari neohesperidin, senyawa alami dalam kulit jeruk pahit. Strukturnya terdiri atas aglikon dihidrokalkon yang terikat pada disakarida neohesperidosa, yaitu gabungan ramnosa dan glukosa. Senyawa ini terkenal sebagai pemanis berintensitas tinggi dan penutup rasa pahit. Dalam kategori glikosains dan biologi kimia, bahan ini dipakai sebagai senyawa acuan untuk riset glikosida, persepsi rasa, dan aktivitas biologis flavonoid.
Senyawa ini dipilih karena menggabungkan dua ciri penting dalam satu molekul. Bagian gulanya memberi kelarutan dan pengenalan biologis yang khas bagi glikosida. Bagian dihidrokalkonnya punya gugus fenolik yang berkaitan dengan aktivitas antioksidan. Dibanding kalkon asalnya, bentuk dihidrokalkon lebih stabil karena ikatan rangkap penghubung cincinnya sudah jenuh. Senyawa ini juga berguna untuk mempelajari hidrolisis ikatan glikosidik oleh enzim atau asam, serta interaksi senyawa manis dengan reseptor rasa.
Di Indonesia, Neohesperidin Dihydrochalcone relevan bagi laboratorium teknologi pangan, farmasi, dan biokimia di perguruan tinggi maupun industri makanan dan minuman. Bahan ini bisa dipakai untuk riset formulasi rendah gula, penutupan rasa pahit pada sediaan farmasi, dan analisis bahan tambahan pangan. Kelompok riset bahan alam yang mengkaji flavonoid jeruk tropis juga dapat memakainya sebagai pembanding. Kemasan 5g cocok untuk standar analitik dan uji awal, sedangkan kemasan 25g mendukung studi formulasi yang lebih luas.
- Standar analitik pemanis: senyawa ini dikenal sebagai pemanis intensitas tinggi, sehingga dapat dipakai sebagai acuan identifikasi dan kuantifikasi dalam analisis kromatografi bahan tambahan pangan.
- Riset penutupan rasa pahit: kemampuannya menutupi rasa pahit membuat bahan ini relevan untuk formulasi sediaan farmasi dan produk pangan yang membutuhkan profil rasa lebih baik.
- Studi glikosains dan hidrolisis glikosidik: ikatan disakarida neohesperidosa dapat diputus secara enzimatis maupun kimiawi, sehingga senyawa ini berguna sebagai substrat model dalam riset glikosidase.
- Kajian aktivitas antioksidan: gugus fenolik pada bagian dihidrokalkon terkait dengan sifat penangkap radikal, sehingga bahan ini sering dipakai dalam uji antioksidan dan riset bioaktivitas flavonoid.
- Riset persepsi rasa: interaksinya dengan reseptor rasa manis menjadikannya senyawa menarik untuk studi biologi kimia tentang hubungan struktur molekul dengan persepsi rasa.
| Merek | TCI (kode produk N0675) |
|---|---|
| Nomor CAS | 20702-77-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | serbuk padat; rujuk label dan CoA untuk detailnya |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan dan cahaya |
Simpan Neohesperidin Dihydrochalcone dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya serta kelembapan. Iklim Indonesia yang lembap dapat membuat serbuk menggumpal, jadi desikator atau lemari penyimpanan kering sangat dianjurkan. Jauhkan dari oksidator kuat. Walaupun dikenal sebagai bahan pangan, produk ini adalah reagen laboratorium dan tidak boleh dikonsumsi. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan masker debu saat menimbang. Baca SDS sebelum digunakan dan buang sisa bahan sesuai prosedur laboratorium.
- (2017). A Theoretical Study of the Chemical Reactivity of Neohesperidin Dihydrochalcone Through Conceptual DFT Descriptors. SDRP Journal of Computational Chemistry & Molecular Modelling doi:10.25177/jccmm.1.2.3
- Kwon dkk. (2022). Neohesperidin Dihydrochalcone and Neohesperidin Dihydrochalcone-O-Glycoside Attenuate Subcutaneous Fat and Lipid Accumulation by Regulating PI3K/AKT/mTOR Pathway In Vivo and In Vitro. Nutrients doi:10.3390/nu14051087
- Jeong dkk. (2022). Quality Characteristics of Strawberry Jam Added with Neohesperidin Dihydrochalcone. Food Engineering Progress doi:10.13050/foodengprog.2022.26.1.44
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
