Petroselinic Acid adalah asam lemak tak jenuh tunggal dengan 18 atom karbon yang memiliki ikatan rangkap cis pada posisi karbon keenam. Senyawa ini merupakan isomer posisi dari asam oleat dan secara alami banyak ditemukan dalam minyak biji tumbuhan famili Apiaceae, seperti ketumbar dan peterseli. Di laboratorium, petroselinic acid berperan sebagai reagen riset quantum dot koloid, bahan acuan lipid, dan building block untuk sintesis turunan oleokimia.
Karakter yang membuatnya dipilih terletak pada posisi ikatan rangkapnya yang berbeda dari asam oleat. Perbedaan ini memengaruhi bentuk molekul, kerapatan pengepakan rantai, dan interaksinya di permukaan nanokristal, sehingga peneliti dapat membandingkan pengaruh struktur ligan terhadap stabilitas koloid dan sifat optik quantum dot. Gugus karboksilnya mampu berkoordinasi dengan atom logam di permukaan nanopartikel. Selain itu, pemutusan oksidatif ikatan rangkapnya menghasilkan fragmen yang berbeda dari asam oleat, menarik bagi riset oleokimia.
Di Indonesia, petroselinic acid relevan untuk laboratorium nanomaterial yang mengembangkan quantum dot dan nanokristal perovskit, serta laboratorium kimia bahan alam yang mengkaji minyak biji ketumbar yang banyak dibudidayakan dan dipakai sebagai rempah lokal. Senyawa ini juga berguna sebagai standar dalam analisis profil asam lemak. Kemasan 1g sesuai untuk riset eksploratif skala kecil dan kebutuhan standar analitik.
- Ligan quantum dot koloid: gugus karboksilnya mengikat permukaan nanokristal, sementara posisi ikatan rangkap yang khas memungkinkan kajian pengaruh struktur ligan terhadap stabilitas.
- Studi perbandingan isomer asam lemak: sebagai isomer posisi asam oleat, senyawa ini ideal untuk mempelajari hubungan letak ikatan rangkap dengan sifat fisik lipid.
- Standar analisis minyak biji Apiaceae: petroselinic acid berguna sebagai pembanding kromatografi saat menganalisis komposisi minyak biji ketumbar, adas, atau peterseli.
- Riset oleokimia: pemutusan oksidatif ikatan rangkapnya menghasilkan fragmen rantai berbeda yang menarik sebagai bahan baku potensial untuk polimer dan surfaktan.
- Kajian membran lipid: struktur rantai tak jenuhnya bermanfaat untuk mempelajari fluiditas dan pengepakan lapisan lipid dalam model membran biologis buatan.
| Merek | TCI (kode produk O0009) |
|---|---|
| Nomor CAS | 593-39-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Electronic Materials > Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | mengikuti keterangan pada label dan sertifikat analisis produk |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk, terlindung dari cahaya dan udara, sesuai label dan SDS |
Sebagai asam lemak tak jenuh, petroselinic acid rentan teroksidasi bila terpapar udara, cahaya, dan panas. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan gelap, dan pertimbangkan penyimpanan di bawah gas inert setelah kemasan dibuka, mengikuti rekomendasi suhu pada label. Jauhkan dari oksidator kuat dan basa. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium saat menangani. Hindari kontak dengan mata dan kulit, serta baca SDS sebelum digunakan.
- (1996). 5430134 Method for production of petroselinic acid and omega12 hexadecanoic acid in transgenic plants. Biotechnology Advances doi:10.1016/0734-9750(96)82798-4
- Liu dkk. (1994). Accumulation of petroselinic acid in developing somatic carrot embryos. Phytochemistry doi:10.1016/s0031-9422(00)90351-0
- METZGER dkk. (1993). ChemInform Abstract: Free‐Radical Cyclization of Petroselinic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.199325258
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
