Chromone-3-carboxaldehyde adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik dan sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur dasar chromone yang merupakan kerangka dasar dari banyak senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan senyawa antiradikal. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk membangun struktur molekul yang lebih kompleks, terutama dalam bidang organik dan farmakologi.
Chromone-3-carboxaldehyde memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia seperti reaksi aldol, kondensasi, dan reaksi substitusi. Karena struktur kimianya yang spesifik, senyawa ini dapat berperan sebagai penghubung antara berbagai gugus fungsional dalam sintesis senyawa organik. Ketersediaannya dalam bentuk padat dan kemurniannya yang tinggi membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk penelitian ilmiah.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam penelitian tentang senyawa bioaktif dan sintesis senyawa farmakologis. Banyak institusi pendidikan dan penelitian menggunakan bahan ini sebagai bagian dari program penelitian mereka, baik untuk tujuan akademik maupun industri.
- Sintesis senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antiradikal
- Pengembangan senyawa farmakologis untuk pengobatan penyakit kronis
- Penelitian struktur molekul dalam bidang kimia organik
- Pembuatan senyawa intermediet untuk produksi obat
- Uji aktivitas biologis senyawa baru dalam laboratorium farmakologi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 17422-74-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Chromone-3-carboxaldehyde harus disimpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk menjaga stabilitasnya. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Dalam laboratorium, bahan ini sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, serta dijauhkan dari bahan kimia yang bersifat reduktor atau oksidator. Penggunaannya harus dilakukan dengan menggunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan dan kacamata pelindung, untuk meminimalkan risiko paparan.
—
