Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 123-54-6

Acetylacetone TCI P0052

Acetylacetone TCI P0052

Identitas Kimia

No. CAS
123-54-6
PubChem
CID 31261·SID 87574324
Rumus molekul
C5H8O2
Berat molekul
100.12 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
pentane-2,4-dione
SMILES
CC(=O)CC(=O)C
InChIKey
YRKCREAYFQTBPV-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Acetylacetone, atau 2,4-pentanedione, adalah senyawa β-diketon yang menjadi salah satu reagen paling serbaguna di laboratorium kimia. TCI menyediakannya sebagai *building block* non-heterosiklik. Peran utamanya adalah sebagai prekursor ligan asetilasetonat (acac), yang membentuk kompleks khelat stabil dengan banyak ion logam. Selain itu, acetylacetone dipakai secara luas dalam sintesis heterosiklik seperti pirazol dan pirimidin, dalam kimia analitik, serta sebagai bahan awal untuk prekursor katalis dan material.

Acetylacetone dipilih karena keseimbangan tautomer keto-enolnya. Dalam bentuk enol, senyawa ini membentuk ikatan hidrogen intramolekuler, dan setelah dideprotonasi menghasilkan anion yang mengikat logam melalui dua atom oksigen sehingga membentuk cincin khelat. Atom karbon di antara kedua karbonil bersifat asam dan nukleofilik setelah dideprotonasi, sehingga mudah dialkilasi atau dikondensasi. Kombinasi sifat inilah yang membuat acetylacetone hadir di begitu banyak bidang, mulai dari kimia koordinasi sampai sintesis obat.

Di Indonesia, acetylacetone dipakai di laboratorium kimia anorganik untuk sintesis kompleks logam-acac, di laboratorium material untuk metode sol-gel dan pembuatan prekursor oksida logam, serta dalam praktikum kimia di perguruan tinggi. Laboratorium analisis juga memanfaatkannya dalam metode kolorimetri tertentu. Kemasan 25mL cocok untuk praktikum dan riset awal, sedangkan kemasan 500mL efisien untuk laboratorium yang memakainya secara rutin.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis kompleks logam asetilasetonat: anion acac membentuk khelat stabil dengan banyak logam transisi, sehingga menjadi rute standar untuk menghasilkan prekursor katalis dan senyawa koordinasi.
  • Sintesis pirazol dan pirimidin: kondensasi β-diketon dengan hidrazin atau amidina menghasilkan cincin heterosiklik secara efisien, yang penting dalam riset kimia medisinal.
  • Pengendali hidrolisis pada proses sol-gel: acetylacetone mengkhelasi alkoksida logam sehingga laju hidrolisis melambat, dan hasilnya adalah material oksida yang lebih homogen dan terkontrol.
  • Pereaksi dalam kimia analitik: sifat pengkhelatnya dimanfaatkan dalam ekstraksi ion logam dan dalam metode kolorimetri tertentu, misalnya penentuan formaldehida melalui reaksi Hantzsch.
  • Bahan praktikum tautomerisme keto-enol: keseimbangan kedua tautomernya mudah diamati dengan spektroskopi NMR, sehingga ideal untuk pengajaran kimia organik fisik di perguruan tinggi.

Merek TCI (kode produk P0052)
Nomor CAS 123-54-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25mL, 500mL
Bentuk fisik cairan pada suhu ruang
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk, berventilasi, jauh dari api dan oksidator

Acetylacetone adalah cairan yang mudah terbakar dan dapat berbahaya bila terhirup, tertelan, atau terkena kulit. Simpan dalam botol asli yang tertutup rapat, di lemari bahan mudah terbakar atau area sejuk berventilasi, jauh dari api, panas, oksidator kuat, dan basa kuat. Semua pemindahan dan pemakaiannya sebaiknya dilakukan di lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Kumpulkan limbahnya sebagai limbah pelarut organik dan ikuti petunjuk SDS dari TCI.

  • Cui dkk. (2008). Isobaric Vapor−Liquid Equilibria for the Binary Systems of Acetic Acid + Isopropenyl Acetate, Acetic Acid + Acetylacetone, and Water + Acetylacetone. Journal of Chemical & Engineering Data doi:10.1021/je800345j
  • Chimpalee dkk. (2000). Flow injection extraction spectrophotometric determination of nickel using bis(acetylacetone)ethylenediimine. Analytica Chimica Acta doi:10.1016/s0003-2670(99)00855-7
  • Kalita dkk. (2018). On the Reaction of Malononitrile with Acetylacetone. Russian Journal of Organic Chemistry doi:10.1134/s1070428018100214

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.