Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 635-51-8

Phenylsuccinic Acid TCI P0155

Phenylsuccinic Acid TCI P0155

Identitas Kimia

No. CAS
635-51-8
PubChem
CID 95459·SID 87574406
Rumus molekul
C10H10O4
Berat molekul
194.18 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-phenylbutanedioic acid
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C(CC(=O)O)C(=O)O
InChIKey
LVFFZQQWIZURIO-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 557.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 557.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Phenylsuccinic Acid dari TCI adalah asam dikarboksilat turunan asam suksinat yang membawa substituen fenil pada salah satu atom karbon rantai utamanya. Karbon yang membawa gugus fenil tersebut merupakan pusat kiral, sehingga senyawa ini memiliki dua enantiomer. Produk dengan nama umum tanpa penanda stereokimia lazimnya berupa campuran rasemat, jadi periksa CoA untuk kepastiannya. Sebagai building block non-heterosiklik, Phenylsuccinic Acid dipakai untuk menyusun anhidrida, imida, ester, poliester, dan ligan dikarboksilat dalam kimia koordinasi.

Senyawa ini dipilih karena dua gugus karboksilatnya memberikan banyak pilihan reaksi. Gugus-gugus tersebut bisa diesterifikasi, diamidasi, atau disiklisasi menjadi anhidrida fenilsuksinat yang reaktif. Keberadaan cincin fenil menambah kekakuan dan sifat hidrofobik dibandingkan asam suksinat biasa, yang memengaruhi kelarutan, kristalinitas, dan sifat polimer yang dihasilkan. Pusat kiralnya membuat senyawa ini menjadi contoh klasik dalam praktikum resolusi optis, yaitu pemisahan enantiomer melalui pembentukan garam diastereomer dengan basa kiral.

Di Indonesia, Phenylsuccinic Acid bermanfaat bagi laboratorium kimia organik, stereokimia, polimer, dan kimia anorganik yang mengembangkan polimer koordinasi atau metal-organic framework. Dosen kimia organik dapat memakainya untuk praktikum resolusi enantiomer dan pengukuran rotasi optik. Peneliti polimer dapat menjadikannya komonomer untuk poliester atau poliamida dengan gugus samping aromatik. Pilihan kemasan 25 g dan 500 g mendukung kebutuhan praktikum rutin maupun sintesis polimer dalam skala yang lebih besar.

  • Praktikum resolusi optis enantiomer: pusat kiralnya memungkinkan pembentukan garam diastereomer dengan basa kiral, sehingga cocok untuk mengajarkan teknik pemisahan dan pengukuran rotasi optik.
  • Sintesis anhidrida dan imida fenilsuksinat: dua gugus karboksilat yang berdekatan mudah disiklisasi menjadi anhidrida, yang kemudian bereaksi dengan amina atau alkohol membentuk turunan bermanfaat.
  • Komonomer poliester dan poliamida: sebagai asam dikarboksilat dengan gugus samping fenil, senyawa ini dapat mengubah kekakuan, kristalinitas, dan sifat termal polimer kondensasi.
  • Ligan polimer koordinasi dan MOF: gugus karboksilat ganda dapat menjembatani ion logam, sementara gugus fenil memengaruhi susunan ruang kerangka dan interaksi antarmolekul.
  • Building block senyawa farmasi dan bioaktif: kerangka asam suksinat tersubstitusi aril muncul pada berbagai molekul target, sehingga senyawa ini menjadi bahan awal yang serbaguna.

Merek TCI (kode produk P0155)
Nomor CAS 635-51-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan kristalin/serbuk
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering

Phenylsuccinic Acid umumnya stabil pada kondisi laboratorium biasa. Meski begitu, sebaiknya bahan disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari basa kuat dan oksidator kuat. Gunakan wadah kaca atau plastik tahan bahan kimia yang berlabel jelas, dan tutup segera setelah dipakai agar tidak menyerap kelembapan. Saat menimbang, gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, karena asam karboksilat dapat mengiritasi mata, kulit, dan saluran napas. Hindari menghirup debunya dan bersihkan tumpahan segera. Rujuk SDS resmi untuk detail bahaya dan pembuangan.

  • Odounga Odounga dkk. (2020). Systematic comparison of racemic and enantiopure multicomponent crystals of phenylsuccinic acid—the role of chirality. CrystEngComm doi:10.1039/d0ce00072h
  • Zhou dkk. (2007). Solvothermal syntheses and crystal structures of new Cu(II) complexes with phenylsuccinic acid. Polyhedron doi:10.1016/j.poly.2007.04.016
  • Kobra Moradifard dkk. (2019). Co-Crystal of Phenylsuccinic Acid and 4,4'-Bipyridine: Synthesis, Characterization, Crystal Structure, and Supramolecular Interactions. Crystallography Reports doi:10.1134/s1063774519070125

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.