Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 615-28-1

1,2-Phenylenediamine Dihydrochloride TCI P0171

1,2-Phenylenediamine Dihydrochloride TCI P0171

Identitas Kimia

No. CAS
615-28-1
PubChem
CID 11990·SID 87574421
Rumus molekul
C6H10Cl2N2
Berat molekul
181.06 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(N)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
benzene-1,2-diamine;dihydrochloride
SMILES
C1=CC=C(C(=C1)N)N.Cl.Cl
InChIKey
RIIWUGSYXOBDMC-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 795.900,00
Harga reguler Harga obral Rp 795.900,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,2-Phenylenediamine Dihydrochloride dari TCI adalah garam dihidroklorida dari o-fenilendiamina. Pada garam ini, kedua gugus aminonya terprotonasi dan berpasangan dengan ion klorida. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik dan menjadi alternatif praktis bagi bentuk basa bebasnya. Di laboratorium, peneliti memakainya sebagai bahan awal benzimidazol dan kuinoksalin, sebagai substrat kromogenik dalam uji enzim peroksidase, dan sebagai pereaksi derivatisasi senyawa α-dikarbonil. Untuk penggunaan berbasis larutan air, bentuk garam ini sering lebih disukai.

Alasan utama memilih bentuk dihidroklorida adalah kelarutannya yang baik dalam air. Garam ini juga umumnya lebih tahan terhadap oksidasi udara dibandingkan o-fenilendiamina bebas. Karena gugus aminonya terprotonasi, bahan lebih awet disimpan dan lebih mudah ditimbang secara akurat. Ia juga mudah disiapkan sebagai larutan dalam buffer berair, misalnya untuk substrat ELISA. Saat diperlukan dalam sintesis, gugus amino bebas mudah dilepaskan dengan menambahkan basa. Dengan begitu, reaktivitas khas posisi orto untuk menutup cincin heterosiklik tetap tersedia sepenuhnya.

Di Indonesia, bahan ini banyak dibutuhkan laboratorium imunologi, bioteknologi, dan diagnostik yang menjalankan ELISA, serta laboratorium kimia organik dan analisis pangan. Peneliti di rumah sakit pendidikan, lembaga riset kesehatan, dan universitas dapat memakainya sebagai substrat kromogenik yang praktis disiapkan. Kemasan 25g cocok untuk pemakaian rutin skala kecil, sedangkan 500g lebih efisien bagi laboratorium dengan volume uji yang tinggi.

  • Substrat kromogenik ELISA: bentuk garamnya mudah larut dalam buffer berair dan dioksidasi oleh HRP menjadi produk berwarna, sehingga ideal untuk mengukur sinyal dalam uji imunoenzimatik.
  • Sintesis benzimidazol dalam media berair atau asam: garam ini dapat langsung direaksikan dengan asam karboksilat atau aldehida dalam kondisi asam untuk menutup cincin benzimidazol secara efisien.
  • Derivatisasi senyawa α-dikarbonil: kelarutannya dalam air memudahkan derivatisasi metilglioksal dan glioksal pada sampel pangan atau biologis sebelum analisis HPLC.
  • Sintesis kuinoksalin: setelah dinetralkan dengan basa, diamina bebasnya bereaksi dengan senyawa 1,2-dikarbonil membentuk kuinoksalin untuk riset material maupun senyawa bioaktif.
  • Penyiapan larutan stok terstandar: sebagai garam padat yang lebih stabil, bahan ini memudahkan penimbangan teliti dan pembuatan larutan stok yang lebih konsisten untuk uji berulang.

Merek TCI (kode produk P0171)
Nomor CAS 615-28-1
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan (garam dihidroklorida); lihat CoA dan lembar data TCI
Penyimpanan simpan tertutup rapat, kering, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk

Walaupun lebih stabil daripada bentuk basa bebasnya, 1,2-Phenylenediamine Dihydrochloride tetap tergolong bahan berbahaya. Senyawa ini toksik, berpotensi memicu sensitisasi kulit, dan diduga bersifat mutagenik maupun karsinogenik. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan gelap, karena garam ini dapat menyerap kelembapan dan berubah warna bila terpapar cahaya. Saat menimbang, gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium di lemari asam. Larutan substrat sebaiknya dibuat segar dan dilindungi dari cahaya. Ikuti SDS dari TCI untuk prosedur pembuangan limbah.

  • Nagaraja dkk. (2000). Sensitive Spectrophotometric Determination of Some Dibenzazepine Drugs with Diazotized P-Phenylenediamine Dihydrochloride. Analytical Letters doi:10.1080/00032710008543230
  • Mehdi dkk. (2013). N,N-Dimethyl-p-phenylenediamine dihydrochloride-based method for the measurement of plasma oxidative capacity during human aging. Analytical Biochemistry doi:10.1016/j.ab.2013.01.032
  • Young dkk. (2019). Twenty‐eight‐day follow‐up of patch test reactions to p‐phenylenediamine and p‐phenylenediamine dihydrochloride: A multicentre study on behalf of the European Environmental and Contact Dermatitis Research Group. Contact Dermatitis doi:10.1111/cod.13235

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.