1,2-Phenylenediamine Dihydrochloride dari TCI adalah garam dihidroklorida dari o-fenilendiamina. Pada garam ini, kedua gugus aminonya terprotonasi dan berpasangan dengan ion klorida. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik dan menjadi alternatif praktis bagi bentuk basa bebasnya. Di laboratorium, peneliti memakainya sebagai bahan awal benzimidazol dan kuinoksalin, sebagai substrat kromogenik dalam uji enzim peroksidase, dan sebagai pereaksi derivatisasi senyawa α-dikarbonil. Untuk penggunaan berbasis larutan air, bentuk garam ini sering lebih disukai.
Alasan utama memilih bentuk dihidroklorida adalah kelarutannya yang baik dalam air. Garam ini juga umumnya lebih tahan terhadap oksidasi udara dibandingkan o-fenilendiamina bebas. Karena gugus aminonya terprotonasi, bahan lebih awet disimpan dan lebih mudah ditimbang secara akurat. Ia juga mudah disiapkan sebagai larutan dalam buffer berair, misalnya untuk substrat ELISA. Saat diperlukan dalam sintesis, gugus amino bebas mudah dilepaskan dengan menambahkan basa. Dengan begitu, reaktivitas khas posisi orto untuk menutup cincin heterosiklik tetap tersedia sepenuhnya.
Di Indonesia, bahan ini banyak dibutuhkan laboratorium imunologi, bioteknologi, dan diagnostik yang menjalankan ELISA, serta laboratorium kimia organik dan analisis pangan. Peneliti di rumah sakit pendidikan, lembaga riset kesehatan, dan universitas dapat memakainya sebagai substrat kromogenik yang praktis disiapkan. Kemasan 25g cocok untuk pemakaian rutin skala kecil, sedangkan 500g lebih efisien bagi laboratorium dengan volume uji yang tinggi.
Produk TCI terkait
- TCI T0151 637-01-4 N,N,N',N'-Tetramethyl-1,4-phenylenediamine Dihydrochloride
- TCI P1144 615-28-1 1,2-Phenylenediamine Dihydrochloride [for Biochemical Research]
- TCI P0172 541-69-5 1,3-Phenylenediamine Dihydrochloride
- TCI P0152 624-18-0 1,4-Phenylenediamine Dihydrochloride
- TCI M1754 25148-68-9 N-Methyl-1,2-phenylenediamine Dihydrochloride
- TCI D0780 536-46-9 N,N-Dimethyl-1,4-phenylenediamine Dihydrochloride
- Substrat kromogenik ELISA: bentuk garamnya mudah larut dalam buffer berair dan dioksidasi oleh HRP menjadi produk berwarna, sehingga ideal untuk mengukur sinyal dalam uji imunoenzimatik.
- Sintesis benzimidazol dalam media berair atau asam: garam ini dapat langsung direaksikan dengan asam karboksilat atau aldehida dalam kondisi asam untuk menutup cincin benzimidazol secara efisien.
- Derivatisasi senyawa α-dikarbonil: kelarutannya dalam air memudahkan derivatisasi metilglioksal dan glioksal pada sampel pangan atau biologis sebelum analisis HPLC.
- Sintesis kuinoksalin: setelah dinetralkan dengan basa, diamina bebasnya bereaksi dengan senyawa 1,2-dikarbonil membentuk kuinoksalin untuk riset material maupun senyawa bioaktif.
- Penyiapan larutan stok terstandar: sebagai garam padat yang lebih stabil, bahan ini memudahkan penimbangan teliti dan pembuatan larutan stok yang lebih konsisten untuk uji berulang.
| Merek | TCI (kode produk P0171) |
|---|---|
| Nomor CAS | 615-28-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | padatan (garam dihidroklorida); lihat CoA dan lembar data TCI |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat, kering, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk |
Walaupun lebih stabil daripada bentuk basa bebasnya, 1,2-Phenylenediamine Dihydrochloride tetap tergolong bahan berbahaya. Senyawa ini toksik, berpotensi memicu sensitisasi kulit, dan diduga bersifat mutagenik maupun karsinogenik. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan gelap, karena garam ini dapat menyerap kelembapan dan berubah warna bila terpapar cahaya. Saat menimbang, gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium di lemari asam. Larutan substrat sebaiknya dibuat segar dan dilindungi dari cahaya. Ikuti SDS dari TCI untuk prosedur pembuangan limbah.
- Nagaraja dkk. (2000). Sensitive Spectrophotometric Determination of Some Dibenzazepine Drugs with Diazotized P-Phenylenediamine Dihydrochloride. Analytical Letters doi:10.1080/00032710008543230
- Mehdi dkk. (2013). N,N-Dimethyl-p-phenylenediamine dihydrochloride-based method for the measurement of plasma oxidative capacity during human aging. Analytical Biochemistry doi:10.1016/j.ab.2013.01.032
- Young dkk. (2019). Twenty‐eight‐day follow‐up of patch test reactions to p‐phenylenediamine and p‐phenylenediamine dihydrochloride: A multicentre study on behalf of the European Environmental and Contact Dermatitis Research Group. Contact Dermatitis doi:10.1111/cod.13235
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
