1,3-Phenylenediamine Dihydrochloride dari TCI adalah garam dihidroklorida dari m-fenilendiamina, yaitu diamina aromatik dengan dua gugus amino pada posisi meta cincin benzena. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik yang dipakai dalam sintesis zat warna, polimer, dan berbagai senyawa organik bernitrogen. Bentuk garam ini menyediakan m-fenilendiamina dalam wujud yang lebih mudah ditangani, terutama untuk reaksi dalam media berair. Ia juga dipakai sebagai pereaksi analitik dalam beberapa metode kolorimetri, misalnya deteksi nitrit melalui pembentukan senyawa azo berwarna.
Susunan meta pada kedua gugus amino memberi geometri bersudut yang berbeda dari isomer orto dan para. Geometri ini memengaruhi bentuk dan sifat polimer atau material yang dihasilkan. Pada polimer, susunan meta menghasilkan rantai yang lebih fleksibel dan umumnya lebih mudah larut dibandingkan polimer dari isomer para. Bentuk dihidroklorida larut baik dalam air dan relatif lebih tahan terhadap oksidasi udara dibandingkan basa bebasnya, sehingga lebih awet disimpan. Gugus amino bebas mudah dilepaskan dengan penambahan basa saat sintesis memerlukannya.
Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium kimia organik, kimia polimer, kimia analitik, dan teknologi tekstil di perguruan tinggi maupun industri. Peneliti yang mengembangkan zat warna azo, resin, membran poliamida, atau metode analisis kolorimetri dapat memakainya sebagai bahan dasar yang praktis. Kemasan 25g cocok untuk riset dan pengembangan metode, sedangkan 500g mendukung kebutuhan sintesis yang lebih besar atau pemakaian rutin.
- Sintesis zat warna azo: m-fenilendiamina adalah komponen kopling yang reaktif terhadap garam diazonium, sehingga garam ini berguna dalam riset dan praktikum pembuatan zat warna azo.
- Analisis kolorimetri nitrit: dalam suasana asam, senyawa ini bereaksi dengan nitrit membentuk produk berwarna, sehingga dapat dikaji sebagai pereaksi deteksi nitrit pada sampel air.
- Monomer poliamida dan membran: setelah dinetralkan, diamina meta ini bereaksi dengan asil klorida aromatik membentuk poliamida, motif yang penting dalam riset membran pemisahan berbasis polimerisasi antarmuka.
- Pengeras resin epoksi dan sintesis polimer: dua gugus amino aromatiknya dapat bereaksi dengan gugus epoksida atau isosianat, sehingga relevan dalam kajian formulasi resin dan jaringan polimer.
- Sintesis senyawa organik bernitrogen: geometri meta yang khas menjadikannya bahan awal yang baik untuk membangun ligan, diimina, dan kerangka molekul bersudut dalam kimia supramolekul.
| Merek | TCI (kode produk P0172) |
|---|---|
| Nomor CAS | 541-69-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | padatan (garam dihidroklorida); lihat CoA dan lembar data TCI |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat, kering, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk |
1,3-Phenylenediamine Dihydrochloride harus diperlakukan sebagai bahan toksik yang berpotensi memicu sensitisasi kulit dan diduga berbahaya bagi kesehatan pada paparan berulang. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, karena garam amina aromatik dapat menyerap kelembapan dan menggelap seiring waktu. Jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat. Tangani di lemari asam sambil memakai sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari pembentukan debu dan kontak langsung dengan kulit. Ikuti SDS dari TCI untuk penanganan tumpahan dan pembuangan limbah.
- Nagaraja dkk. (2000). Sensitive Spectrophotometric Determination of Some Dibenzazepine Drugs with Diazotized P-Phenylenediamine Dihydrochloride. Analytical Letters doi:10.1080/00032710008543230
- Mehdi dkk. (2013). N,N-Dimethyl-p-phenylenediamine dihydrochloride-based method for the measurement of plasma oxidative capacity during human aging. Analytical Biochemistry doi:10.1016/j.ab.2013.01.032
- Young dkk. (2019). Twenty‐eight‐day follow‐up of patch test reactions to p‐phenylenediamine and p‐phenylenediamine dihydrochloride: A multicentre study on behalf of the European Environmental and Contact Dermatitis Research Group. Contact Dermatitis doi:10.1111/cod.13235
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
