2-Phenylphenol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium, khususnya dalam sintesis senyawa organik. Sebagai bahan dasar (building block), senyawa ini sering digunakan dalam reaksi kimia untuk membangun struktur molekul yang lebih kompleks. Karena kemampuannya dalam berikatan dengan berbagai gugus fungsional, 2-Phenylphenol menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik.
Senyawa ini memiliki struktur fenol yang memungkinkan reaktivitas tinggi terutama pada posisi para dan orto. Sifat ini menjadikannya ideal untuk reaksi substitusi elektrofilik dan reaksi oksidasi. Selain itu, kestabilan kimianya dalam kondisi tertentu membuatnya dapat digunakan dalam berbagai lingkungan laboratorium tanpa mudah terdegradasi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, 2-Phenylphenol sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam industri farmasi dan bahan kimia. Bahan ini juga ditemukan dalam aplikasi penelitian lingkungan dan analisis kimia, karena kemampuannya dalam berinteraksi dengan senyawa lain.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan struktur fenolik
- Reaksi substitusi elektrofilik untuk membangun senyawa baru
- Analisis kimia untuk mengidentifikasi senyawa dalam sampel lingkungan
- Penelitian farmasi dalam pengembangan obat dengan struktur fenolik
- Pengujian kualitas bahan kimia dalam industri manufaktur
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 90-43-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
2-Phenylphenol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber cahaya langsung dan bahan kimia yang reaktif. Karena sifatnya yang kimia aktif, bahan ini harus ditangani dengan sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Selain itu, wadah harus ditempatkan di area yang tidak mudah terkena kelembapan atau panas, agar menjaga kualitas dan kestabilan senyawa.
- Bae dkk. (1991). Synthesis and antibacterial activities of 4-hydroxy-o-phenylphenol and 3,6-diallyl-4-hydroxy-o-phenylphenol against a cariogenic bacteriumStreptococcus mutans OMZ 176. Archives of Pharmacal Research doi:10.1007/bf02857812
- Salminen dkk. (2010). Urinary Excretion of Orally Administered Oxalic Acid in Saccharin and o-Phenylphenol-Fed NMRI Mice. Urologia Internationalis doi:10.1159/000281173
- Yoshio dkk. (1992). Cytotoxicity of orthro-phenylphenol in isolated rat hepatocytes. Biochemical Pharmacology doi:10.1016/0006-2952(92)90273-l
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.



