3-Phenylphenol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk membangun struktur molekuler kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam industri kimia, terutama dalam sintesis senyawa aromatik dan turunannya. Sebagai building block, 3-Phenylphenol memiliki peran penting dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang farmasi, material, dan lingkungan.
Bahan ini memiliki struktur molekuler yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya dalam kondisi tertentu. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk para peneliti yang membutuhkan bahan dasar yang dapat diubah menjadi senyawa lebih kompleks. Sifat kimia dan fisika dari 3-Phenylphenol juga memungkinkan penggunaannya dalam berbagai kondisi laboratorium yang beragam.
Di laboratorium Indonesia, 3-Phenylphenol digunakan dalam berbagai penelitian kimia, termasuk dalam sintesis senyawa baru dan karakterisasi material. Bahan ini menjadi bagian penting dalam kegiatan penelitian yang terkait dengan kimia organik dan aplikasinya dalam bidang industri. Ketersediaannya di pasar lokal juga memudahkan para peneliti untuk mengakses bahan ini dengan mudah.
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk pengembangan obat dan bahan kimia
- Reaksi substitusi dalam pembuatan senyawa fenolik untuk industri material
- Pengujian reaktivitas senyawa organik dalam penelitian kimia murni
- Pembuatan bahan intermediet untuk produksi bahan kimia industri
- Analisis struktur molekuler menggunakan teknik spektroskopi dan kromatografi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 580-51-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
3-Phenylphenol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering untuk mencegah kontaminasi dan reaksi kimia yang tidak diinginkan. Bahan ini bersifat tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Penggunaan masker dan sarung tangan disarankan saat mengolah bahan ini. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mengurangi risiko kecelakaan di laboratorium.
- Wei dkk. (2015). Determination of o-phenylphenol and p-phenylphenol in aqueous samples using magnetic nanoparticles modified with cetyltrimethylammonium bromide by HPLC-FLD. Analytical Methods doi:10.1039/c5ay00787a
- Verevkin (1998). Thermochemistry of phenols: experimental standard molar enthalpies of formation of 2-phenylphenol, 4-phenylphenol, 2,6-diphenylphenol, and 2,2′- and 4,4′-dihydroxybiphenyl. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1006/jcht.1997.0316
- Bae dkk. (1991). Synthesis and antibacterial activities of 4-hydroxy-o-phenylphenol and 3,6-diallyl-4-hydroxy-o-phenylphenol against a cariogenic bacteriumStreptococcus mutans OMZ 176. Archives of Pharmacal Research doi:10.1007/bf02857812
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.


