Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 7500-53-0

1,2-Phenylenediacetic Acid TCI P1052

1,2-Phenylenediacetic Acid TCI P1052

Identitas Kimia

No. CAS
7500-53-0
PubChem
CID 24123·SID 87575163
Rumus molekul
C10H10O4
Berat molekul
194.18 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-[2-(carboxymethyl)phenyl]acetic acid
SMILES
C1=CC=C(C(=C1)CC(=O)O)CC(=O)O
InChIKey
MMEDJBFVJUFIDD-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.008.000,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.008.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,2-Phenylenediacetic Acid dari TCI, yang juga dikenal sebagai asam o-fenilenadiasetat, adalah asam dikarboksilat aromatik. Molekulnya memiliki dua gugus asam asetat yang terikat pada posisi bersebelahan (orto) di cincin benzena. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block non-heterosiklik yang serbaguna. Kedua gugus karboksilatnya yang berdekatan dapat dimanfaatkan untuk membangun cincin baru, membentuk turunan diester atau diamida, dan bertindak sebagai ligan pengikat logam dalam kimia koordinasi.

Peneliti memilih senyawa ini karena geometrinya yang khas. Dua gugus –CH2COOH pada posisi orto berada cukup dekat untuk mengikuti reaksi siklisasi intramolekuler, misalnya dalam pembentukan kerangka indana dan turunannya. Gugus metilen di antara cincin dan karboksilat juga memberi fleksibilitas konformasi. Saat dipakai sebagai ligan, fleksibilitas ini memungkinkan berbagai mode koordinasi dan arsitektur polimer koordinasi yang beragam. Sebagai padatan, senyawa ini relatif mudah ditimbang dengan teliti dan stabil pada penyimpanan yang wajar.

Di laboratorium Indonesia, 1,2-Phenylenediacetic Acid bermanfaat bagi kelompok riset sintesis organik, kimia anorganik dan material, serta kimia polimer di perguruan tinggi. Mahasiswa pascasarjana yang meneliti polimer koordinasi berbasis logam transisi atau lantanida sering membutuhkan ligan dikarboksilat fleksibel seperti ini untuk membandingkan pengaruh struktur ligan terhadap struktur kristal. Kemasan 5g dari TCI praktis untuk penapisan kondisi reaksi dan sintesis skala laboratorium.

  • Sintesis senyawa siklik: dua gugus asetat pada posisi orto memungkinkan reaksi siklisasi intramolekuler untuk membangun kerangka karbosiklik seperti turunan indana dan senyawa terkait.
  • Ligan polimer koordinasi: gugus dikarboksilat yang fleksibel dapat menjembatani ion logam dengan berbagai mode koordinasi, sehingga cocok untuk mempelajari variasi struktur jaringan logam-organik.
  • Monomer kajian polimer: sebagai asam dikarboksilat, senyawa ini dapat direaksikan dengan diol atau diamina untuk sintesis poliester dan poliamida skala riset dengan unit aromatik.
  • Pembuatan turunan diester dan diamida: kedua gugus karboksilat dapat dikonversi secara bersamaan, sehingga berguna untuk membangun pustaka senyawa simetris bagi riset kimia medisinal.
  • Senyawa model dalam studi asam-basa: dua gugus asam yang berdekatan menjadikannya model menarik untuk mempelajari disosiasi bertahap dan pengaruh struktur terhadap keasaman.

Merek TCI
Nomor CAS 7500-53-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g
Bentuk fisik padatan
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering; ikuti petunjuk label dan SDS

Simpan 1,2-Phenylenediacetic Acid dalam botol aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari basa kuat dan oksidator kuat. Debu asam organik dapat mengiritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan. Karena itu, gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta hindari menimbang di area dengan aliran udara kencang yang dapat menyebarkan debu. Gunakan spatula bersih dan kering agar tidak terjadi kontaminasi. Selalu baca SDS dari TCI sebelum menggunakannya.

  • Krešáková dkk. (2020). Hydrogen atom disorder in the crystal structure of o-phenylenediacetic acid. Nova Biotechnologica et chimica doi:10.36547/nbc.v19i1.583
  • Goswami dkk. (1999). Molecular Recognition Induced Supramolecular Array of 2-Aminopyrimidine with Terephthalic Acid, 1,4-Phenylenediacetic Acid and Fumaric Acid in Solid State via H-bonding and π-stacking Interactions*. Supramolecular Chemistry doi:10.1080/10610279908048713
  • Gökce dkk. (2011). Quantum chemical computations of 1,3-phenylenediacetic acid. Spectrochimica Acta Part A: Molecular and Biomolecular Spectroscopy doi:10.1016/j.saa.2010.12.031

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.