(R)-4-Phenylthiazolidine-2-thione adalah auksiliari kiral dari golongan tiazolidin-2-tion. Molekulnya berupa cincin lima anggota yang mengandung sulfur dan nitrogen, dengan gugus tiokarbonil dan pusat kiral yang membawa gugus fenil pada posisi 4. Di laboratorium, auksiliari ini dipasang sementara pada substrat, biasanya dalam bentuk N-asil tiazolidinetion. Tujuannya adalah mengarahkan pembentukan pusat kiral baru secara diastereoselektif. Setelah reaksi selesai, auksiliari dilepaskan dari produk.
Auksiliari tiazolidinetion dipilih karena memiliki beberapa keunggulan dibandingkan oksazolidinon klasik. Gugus tiokarbonil berinteraksi kuat dengan logam seperti titanium dan timah, sehingga reaksi aldol asimetris dapat diarahkan ke diastereomer yang diinginkan dengan memilih kondisi reaksi. Ikatan N-asil pada tiazolidinetion juga umumnya lebih mudah diputus. Auksiliari dapat dilepaskan dengan berbagai nukleofil secara langsung menjadi aldehida, ester, amida, atau asam. Gugus fenil memberi halangan sterik yang efektif, dan konfigurasi (R) yang terdefinisi menentukan arah induksi stereokimia.
Di Indonesia, auksiliari ini relevan bagi kelompok riset sintesis total, kimia bahan alam, dan pengembangan farmasi. Contohnya pada sintesis fragmen poliketida dan senyawa bioaktif kiral. Senyawa ini juga tersedia bersama enantiomer (S)-nya, sehingga peneliti dapat mengakses kedua enantiomer produk. Kemasan 1g cocok untuk sintesis skala laboratorium.
Brosur TCI (PDF)
- Chiral Auxiliaries and Optical Resolving Agents 2025-06-17 · hal. 4
Produk TCI terkait
- (S)-4-Phenylthiazolidine-2-thione, CAS 185137-29-5, TCI P1960
- Thiazolidin-2-one, CAS 2682-49-7, TCI T3926
- 3-Ethyl (-)-Thiazolidine-3,4-dicarboxylate, CAS 127657-29-8, TCI T1974
- Thiazolidine-2,4-dicarboxylic Acid, CAS 30097-06-4, TCI T1325
- Thiazolidine-2-carboxylic Acid, CAS 16310-13-7, TCI T1324
- 2-Amino-4-phenylthiazole, CAS 2010-06-2, TCI A2846
- Reaksi aldol asimetris: turunan N-asil dari auksiliari ini, bersama asam Lewis seperti titanium tetraklorida, dapat menghasilkan produk aldol dengan diastereoselektivitas tinggi yang dapat diatur melalui pilihan basa dan kondisi reaksi.
- Alkilasi enolat diastereoselektif: lingkungan kiral yang diberikan gugus fenil mengarahkan elektrofil ke salah satu sisi enolat, sehingga pusat kiral baru terbentuk secara terkendali.
- Sintesis fragmen poliketida: auksiliari tiazolidinetion banyak dipakai untuk membangun unit hidroksi-karbonil berulang yang menjadi inti banyak bahan alam bioaktif.
- Pelepasan auksiliari secara langsung menjadi berbagai gugus fungsi: ikatan N-asil yang reaktif memungkinkan konversi produk menjadi aldehida, ester, amida, atau asam, sehingga langkah sintesis lebih ringkas.
- Studi perbandingan stereokimia: bila dipakai berpasangan dengan enantiomer (S), auksiliari (R) memungkinkan sintesis kedua enantiomer produk untuk uji aktivitas biologis atau penetapan konfigurasi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 110199-18-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Auxiliaries |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | lihat label produk dan Certificate of Analysis |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap; ikuti label/SDS |
Simpan auksiliari dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, sesuai suhu pada label. Senyawa organosulfur dapat memiliki bau khas dan dapat teroksidasi perlahan bila terpapar udara dalam waktu lama. Karena itu, tutup wadah segera setelah digunakan. Tangani di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Untuk menjaga kemurnian optis, gunakan peralatan bersih dan jangan mengembalikan sisa bahan ke wadah asal. Ikuti petunjuk SDS untuk pembuangan limbah sulfur.
—








