Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 185137-29-5

(S)-4-Phenylthiazolidine-2-thione, CAS 185137-29-5, TCI P1960

(S)-4-Phenylthiazolidine-2-thione, CAS 185137-29-5, TCI P1960

Identitas Kimia

No. CAS
185137-29-5
PubChem
CID 11333042·SID 253662075
Rumus molekul
C9H9NS2
Berat molekul
195.3 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(4S)-4-phenyl-1,3-thiazolidine-2-thione
SMILES
C1[C@@H](NC(=S)S1)C2=CC=CC=C2
InChIKey
IEXSISKCCADMLK-MRVPVSSYSA-N
Harga reguler Rp 4.823.700,00
Harga reguler Rp 3.388.350,00 Harga obral Rp 4.823.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

(S)-4-Phenylthiazolidine-2-thione adalah enantiomer (S) dari auksiliari kiral 4-feniltiazolidin-2-tion. Senyawa ini termasuk golongan tiazolidinetion, yaitu heterosiklik lima anggota yang mengandung atom sulfur, nitrogen, dan gugus tiokarbonil, dengan gugus fenil pada pusat kiral posisi 4. Di laboratorium, auksiliari ini diikatkan pada gugus asil substrat untuk mengendalikan stereokimia pembentukan ikatan baru. Setelah reaksi selesai, auksiliari dilepaskan dan menghasilkan produk yang diperkaya secara enantiomerik.

Auksiliari ini dipilih karena memberi induksi stereokimia yang berlawanan dengan enantiomer (R)-nya. Dengan demikian, peneliti dapat mengakses enantiomer produk yang lain dengan prosedur yang sama. Gugus tiokarbonil membentuk kelat yang efektif dengan asam Lewis seperti titanium, sehingga reaksi aldol dapat berlangsung dengan diastereoselektivitas tinggi. Ikatan N-asil yang relatif mudah diputus memungkinkan konversi langsung ke berbagai gugus fungsi. Konversi ini mempersingkat rute sintesis dan memudahkan pemulihan auksiliari.

Di Indonesia, auksiliari ini relevan bagi laboratorium sintesis organik di perguruan tinggi dan lembaga riset yang mendalami sintesis total, kimia bahan alam, dan pengembangan kandidat obat kiral. Ketersediaan kedua enantiomer memudahkan perencanaan sintesis dan studi aktivitas stereoisomer. Kemasan 1g sesuai untuk pekerjaan sintesis skala laboratorium.

Brosur TCI (PDF)

  • Reaksi aldol asimetris berbasis titanium: N-asil tiazolidinetion dari auksiliari (S) dapat menghasilkan aldol syn dengan selektivitas tinggi, dengan arah induksi yang berlawanan dari enantiomer (R).
  • Alkilasi dan funsionalisasi enolat: gugus fenil pada pusat kiral menghalangi salah satu sisi enolat, sehingga elektrofil masuk secara terarah dan membentuk pusat stereogenik baru.
  • Sintesis bahan alam dan fragmen poliketida: auksiliari ini mendukung pembangunan rantai karbon kiral berulang yang umum dijumpai pada antibiotik makrolida dan metabolit sekunder lainnya.
  • Konversi produk secara langsung setelah reaksi: ikatan N-asil yang reaktif memungkinkan auksiliari dilepas menjadi aldehida, ester, amida, atau asam tanpa banyak langkah tambahan.
  • Sintesis pasangan enantiomer untuk uji biologis: dengan memakai auksiliari (S) dan (R) secara bergantian, peneliti dapat menyiapkan kedua enantiomer target untuk membandingkan aktivitas farmakologisnya.

Merek TCI
Nomor CAS 185137-29-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Auxiliaries
Ukuran kemasan 1g
Bentuk fisik lihat label produk dan Certificate of Analysis
Penyimpanan wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan gelap; ikuti label/SDS

Simpan auksiliari dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya, sesuai petunjuk label. Minimalkan paparan udara dan kelembapan untuk menjaga kemurnian kimia dan optis. Jangan simpan berdampingan dengan enantiomer (R) tanpa label yang jelas, karena tertukarnya enantiomer dapat merusak hasil sintesis. Tangani di lemari asam menggunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Hindari menghirup debu. Buang limbah yang mengandung sulfur sesuai petunjuk SDS dan peraturan institusi.

—