Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 7326-19-4

D-(+)-3-Phenyllactic Acid, CAS 7326-19-4, TCI P1981

D-(+)-3-Phenyllactic Acid, CAS 7326-19-4, TCI P1981

Identitas Kimia

No. CAS
7326-19-4
PubChem
CID 643327·SID 135727225
Rumus molekul
C9H10O3
Berat molekul
166.17 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2R)-2-hydroxy-3-phenylpropanoic acid
SMILES
C1=CC=C(C=C1)C[C@H](C(=O)O)O
InChIKey
VOXXWSYKYCBWHO-MRVPVSSYSA-N
Harga reguler Rp 1.113.000,00
Harga reguler Rp 793.800,00 Harga obral Rp 1.113.000,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI P1981 D-(+)-3-Phenyllactic Acid adalah asam α-hidroksi aromatik dalam bentuk enantiomer D, yaitu asam 2-hidroksi-3-fenilpropanoat dengan konfigurasi tunggal. Di laboratorium kimia, senyawa ini berperan sebagai blok bangunan kiral untuk sintesis asimetris, di mana konfigurasi stereokimia bahan awal ikut menentukan konfigurasi produk akhir. Senyawa ini juga dikenal sebagai metabolit alami yang dihasilkan bakteri asam laktat, sehingga relevan pula bagi riset mikrobiologi pangan.

Keistimewaan D-(+)-3-Phenyllactic Acid terletak pada kemurnian enantiomernya yang memungkinkan peneliti memasukkan pusat kiral yang terdefinisi ke dalam molekul target tanpa perlu langkah resolusi rasemat. Gugus hidroksil dan karboksilat pada senyawa ini dapat diolah secara selektif menjadi ester, amida, atau turunan lain. Di bidang pangan, asam fenillaktat banyak dipelajari karena aktivitas antimikrobanya yang berspektrum luas terhadap bakteri dan kapang, sehingga menarik sebagai kandidat pengawet alami dalam riset biopreservasi.

Di Indonesia, produk fermentasi tradisional seperti tempe, tape, dan dadih menjadi sumber isolat bakteri asam laktat yang menarik untuk diteliti. D-(+)-3-Phenyllactic Acid dapat dipakai sebagai standar acuan untuk mengidentifikasi dan mengukur metabolit ini dari kultur bakteri lokal, sekaligus sebagai bahan awal sintesis kiral di laboratorium kimia organik. Kemasan 1 g dan 5 g cocok untuk kebutuhan standar analitik maupun sintesis skala kecil.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis asimetris: digunakan sebagai blok bangunan kiral untuk memasukkan pusat stereogenik yang terdefinisi ke dalam molekul target tanpa memerlukan tahap resolusi enantiomer.
  • Standar analisis metabolit: berfungsi sebagai bahan acuan untuk identifikasi dan kuantifikasi asam fenillaktat dalam kultur bakteri asam laktat menggunakan kromatografi cair.
  • Riset biopreservasi pangan: dipakai untuk menguji aktivitas antimikroba terhadap bakteri patogen dan kapang perusak pangan dalam pengembangan pengawet alami.
  • Analisis kiral: membantu pengembangan dan validasi metode kromatografi kiral untuk memisahkan dan menentukan kemurnian enantiomer asam hidroksi aromatik.
  • Kajian metabolisme fenilalanin: digunakan sebagai senyawa pembanding dalam studi jalur katabolisme fenilalanin pada mikroorganisme maupun sistem biologis lain.

Merek TCI (kode produk P1981)
Nomor CAS 7326-19-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Asymmetric Synthesis > Chiral Building Blocks
Ukuran kemasan 1g, 5g
Bentuk fisik padatan (rincian mengacu pada label dan CoA)
Penyimpanan tertutup rapat, sejuk, kering, sesuai label

D-(+)-3-Phenyllactic Acid sebaiknya disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering sesuai petunjuk label, jauh dari basa kuat dan bahan pengoksidasi. Hindari kontaminasi silang dengan enantiomer lain dengan selalu memakai spatula dan wadah yang bersih, karena kemurnian kiral adalah nilai utama produk ini. Gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan pelindung mata, hindari debu terhirup, dan buang limbah sesuai SDS.

  • Wu dkk. (2019). Effect of 3-Phenyllactic Acid and 3-Phenyllactic Acid-Producing Lactic Acid Bacteria on the Characteristics of Alfalfa Silage. Agriculture doi:10.3390/agriculture10010010
  • TEKEWE (2008). Development and validation of HPLC method for the resolution of drug intermediates: dl-3-Phenyllactic acid, dl-O-acetyl-3-phenyllactic acid and (±)-mexiletine acetamide enantiomers. Talanta doi:10.1016/j.talanta.2007.11.004
  • Tsuji dkk. (2008). Synthesis, physical properties, and crystallization of optically active poly(L‐phenyllactic acid) and poly(L‐phenyllactic acid‐co‐L‐lactic acid). Journal of Applied Polymer Science doi:10.1002/app.28986

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.