Propylene Glycol Monostearate (PGMS) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan baku dalam berbagai reaksi kimia dan formulasi produk. Sebagai ester dari asam stearat dan propylene glycol, PGMS memiliki sifat emulsifier dan surfaktan yang membuatnya sangat berguna dalam pembuatan emulsi, pelarut, dan bahan tambahan makanan. Dalam laboratorium, PGMS sering digunakan untuk memfasilitasi pencampuran dua fase yang tidak dapat bercampur, seperti minyak dan air, sehingga mempercepat proses reaksi atau formulasi.
PGMS memiliki sifat kimia yang stabil, tidak mudah terurai, dan memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam eksperimen yang membutuhkan kestabilan struktur molekuler. Selain itu, PGMS tidak bersifat toksik dalam dosis yang wajar, sehingga relatif aman untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, PGMS digunakan secara luas dalam penelitian bidang kimia, farmasi, dan pangan. Banyak institusi riset dan industri lokal memanfaatkan PGMS untuk pengembangan produk baru, pengujian formulasi, dan eksperimen kimia dasar. Ketersediaan dan keandalan produk ini menjadikannya bahan yang sangat relevan dalam konteks penelitian lokal.
Produk TCI terkait
- TCI P0614 1323-39-3 Propylene Glycol Monostearate (contains ca. 35% Monopalmitate)
- TCI V0088 2628-17-3 4-Vinylphenol (ca. 10% in Propylene Glycol)
- TCI P1171 108-65-6 Propylene Glycol 1-Monomethyl Ether 2-Acetate
- TCI N0461 1115-20-4 Neopentyl Glycol Mono(hydroxypivalate)
- TCI E0414 25909-66-4 Ethylene Glycol Bis[4-(ethoxycarbonyl)phenyl] Ether
- TCI E0016 75-56-9 Propylene Oxide
- Pengembangan emulsi untuk formulasi kosmetik dan farmasi karena kemampuannya sebagai emulsifier
- Penelitian tentang sifat surfaktan dalam reaksi kimia untuk meningkatkan efisiensi campuran
- Pembuatan bahan tambahan makanan yang memerlukan stabilitas dan daya larut yang baik
- Uji kelayakan bahan baku dalam sintesis senyawa kompleks untuk penelitian ilmiah
- Pengujian sifat fisika dan kimia dalam proses formulasi produk industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1323-39-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
PGMS harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Dalam penggunaan, pastikan alat dan wadah yang digunakan bersih dan tidak berkarat. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. PGMS tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap perlakukan dengan hati-hati seperti bahan kimia lainnya.
- Aleong dkk. (2008). Ice Recrystallization Inhibition in Ice Cream by Propylene Glycol Monostearate. Journal of Food Science doi:10.1111/j.1750-3841.2008.00954.x
- (2001). Final Report on the Safety Assessment of PEG-25 Propylene Glycol Stearate, PEG-75 Propylene Glycol Stearate, PEG-120 Propylene Glycol Stearate, PEG-10 Propylene Glycol, PEG-8 Propylene Glycol Cocoate, and PEG-55 Propylene Glycol Oleate. International Journal of Toxicology doi:10.1080/10915810152902556
- (2001). Final Report on the Safety Assessment of PEG-25 Propylene Glycol Stearate, PEG-75 Propylene Glycol Stearate, PEG-120 Propylene Glycol Stearate, PEG-10 Propylene Glycol, PEG-8 Propylene Glycol Cocoate, and PEG-55 Propylene Glycol Oleate. International Journal of Toxicology doi:10.1080/109158101529025561
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

