Poly(propylene glycol) 4000 adalah anggota berberat molekul tertinggi dalam seri PPG ini, dengan berat molekul rata-rata nominal 4000. Polieter diol ini tersusun dari rantai propilena oksida yang sangat panjang dan diakhiri gugus hidroksil di kedua ujungnya. Di laboratorium, PPG 4000 dipakai untuk membangun polimer dengan segmen lunak paling panjang dalam seri, seperti elastomer sangat fleksibel, sealant, dan pelapis lentur, serta sebagai blok hidrofobik panjang dalam rancangan kopolimer.
Keunggulan PPG 4000 terletak pada panjang rantainya yang memberikan jarak ikatan silang maksimal dan kelenturan tinggi pada material akhir. Kandungan hidroksil per satuan massa paling rendah di antara seri ini, sehingga reaksinya dengan isosianat menghasilkan jaringan yang lunak dan elastis. Rantai ini bersifat hidrofobik kuat dan praktis tidak larut dalam air, namun tetap kompatibel dengan banyak pelarut organik. Meski kental, bahan ini umumnya masih berupa cairan sehingga dapat ditangani dengan peralatan laboratorium biasa.
Bagi laboratorium Indonesia, PPG 4000 relevan untuk riset sealant konstruksi, pelapis elastomerik, perekat fleksibel, dan material lunak untuk aplikasi otomotif maupun konsumen. Peneliti kimia koloid dan polimer juga dapat memanfaatkannya sebagai ujung atas rentang berat molekul dalam studi struktur-sifat. Kemasan 25 g cocok untuk percobaan awal, sedangkan 500 g mendukung sintesis berulang dan pembuatan spesimen uji.
Brosur TCI (PDF)
- Monomers 2025-05-28 · hal. 26
Produk TCI terkait
- Poly(propylene glycol) 3000, CAS 25322-69-4, TCI P3278
- TCI P3277 25322-69-4 Poly(propylene glycol) 2000
- TCI P3276 25322-69-4 Poly(propylene glycol) 1000
- Poly(propylene glycol) 600, CAS 25322-69-4, TCI P3275
- Poly(propylene glycol) 400, CAS 25322-69-4, TCI P3274
- Poly(propylene glycol) 200, CAS 25322-69-4, TCI P3273
- Sealant dan pelapis elastomerik: segmen lunak PPG 4000 yang sangat panjang menghasilkan material dengan kelenturan tinggi, cocok untuk riset sealant sambungan dan pelapis yang harus mengikuti gerakan substrat.
- Elastomer poliuretan berkerapatan ikatan silang rendah: bahan ini dipakai untuk membuat elastomer yang sangat lunak dan mudah meregang, misalnya untuk studi material peredam getaran atau bantalan.
- Prepolimer untuk sistem curing kelembapan: PPG 4000 dapat diubah menjadi prepolimer berujung isosianat atau silil yang mengeras oleh kelembapan udara, teknik penting dalam riset sealant modern.
- Blok hidrofobik dalam kopolimer dan surfaktan: rantai propilena oksida terpanjang dalam seri ini memberikan segmen hidrofobik kuat untuk penelitian surfaktan polimer, pengemulsi, dan agen antibusa.
- Batas atas studi struktur-sifat: sebagai kelas tertinggi dalam seri PPG, bahan ini melengkapi data perbandingan viskositas, kelarutan, dan sifat mekanik terhadap berat molekul rata-rata polimer.
| Merek | TCI (kode produk P3279) |
|---|---|
| Nomor CAS | 25322-69-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | cairan kental (lihat sertifikat analisis untuk rincian) |
| Penyimpanan | simpan rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan |
Simpan PPG 4000 dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan jauh dari oksidator kuat. Sebelum direaksikan dengan isosianat atau silana, keringkan bahan di bawah vakum dengan pemanasan ringan agar kadar air tidak mengganggu proses curing. Karena viskositasnya tinggi, hangatkan wadah perlahan untuk memudahkan penuangan dan gunakan spatula atau pipet berujung lebar. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas lab, serta baca SDS TCI sebelum digunakan.
- Baimark dkk. (2018). Effects of Block Structure and Poly(propylene glycol) Block Length on Stereocomplexation and Mechanical Properties of Poly(propylene glycol)-b-Polylactide Blend Films. Polymer Korea doi:10.7317/pk.2018.42.3.385
- Horský dkk. (2016). Polypseudorotaxanes between α-cyclodextrin and poly(propylene glycol)-b-poly(ethylene glycol)-b-poly(propylene glycol) copolymers studied by MALDI-TOF mass spectrometry. European Polymer Journal doi:10.1016/j.eurpolymj.2015.11.037
- O'Sickey dkk. (2003). Structure–property relationships of poly(urethane‐urea)s with ultralow monol content poly(propylene glycol) soft segments. III. influence of mixed soft segments of ultralow monol poly(propylene glycol), poly(tetramethylene ether glycol), and tri(propylene glycol). Journal of Applied Polymer Science doi:10.1002/app.12520
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








