Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 25322-69-4

Poly(propylene glycol) 200, CAS 25322-69-4, TCI P3273

Poly(propylene glycol) 200, CAS 25322-69-4, TCI P3273

Identitas Kimia

No. CAS
25322-69-4
Harga reguler Rp 557.550,00
Harga reguler Rp 405.300,00 Harga obral Rp 557.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Poly(propylene glycol) 200 adalah polieter dengan rantai berulang propilena oksida yang diakhiri gugus hidroksil di kedua ujungnya. Angka 200 menunjukkan berat molekul rata-rata nominal, menjadikannya salah satu anggota paling ringan dalam seri PPG yang ditawarkan TCI. Di laboratorium, PPG 200 berperan sebagai diol makro untuk sintesis polimer seperti poliuretan dan poliester, sekaligus sebagai pelarut, plastisizer, atau bahan pembanding dalam studi sifat polimer berdasarkan panjang rantai.

Karena rantainya pendek, PPG 200 berupa cairan dengan viskositas relatif rendah dan memiliki kandungan gugus hidroksil per satuan massa yang tinggi. Hal ini membuatnya efektif sebagai pemanjang rantai atau komponen segmen keras pada poliuretan, sehingga menghasilkan material yang cenderung lebih kaku dibanding bila memakai PPG berberat molekul tinggi. PPG dengan rantai pendek juga umumnya lebih mudah bercampur dengan air dan pelarut polar, sehingga fleksibel untuk berbagai formulasi.

Di Indonesia, PPG 200 berguna bagi laboratorium kimia polimer, teknik kimia, dan pengembangan produk di sektor pelapis, perekat, serta busa poliuretan. Mahasiswa dan peneliti dapat memakainya untuk mempelajari hubungan struktur dan sifat polimer bersama anggota seri PPG lainnya. Kemasan 25 g sesuai untuk uji coba awal, sedangkan 500 g mendukung sintesis berulang dan pengembangan formulasi skala bangku.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis poliuretan: sebagai diol berantai pendek, PPG 200 direaksikan dengan diisosianat untuk membentuk poliuretan, terutama ketika peneliti menginginkan material yang lebih kaku dan rapat ikatan uretan.
  • Pemanjang rantai dan pengatur sifat: kandungan hidroksil yang tinggi memungkinkan PPG 200 dipakai bersama polyol berantai panjang untuk mengatur kekerasan, fleksibilitas, dan sifat termal polimer akhir.
  • Studi hubungan struktur-sifat: sebagai anggota terpendek seri PPG, bahan ini menjadi titik acuan untuk membandingkan pengaruh panjang rantai terhadap viskositas, kelarutan, dan perilaku termal polimer.
  • Plastisizer dan pelarut formulasi: cairan polieter ini dapat melunakkan matriks polimer atau melarutkan komponen aktif dalam formulasi pelapis, tinta, dan perekat yang sedang dikembangkan di laboratorium.
  • Sintesis makromonomer: gugus hidroksil terminal dapat difungsionalisasi menjadi akrilat atau metakrilat untuk menghasilkan makromonomer yang siap dipakai dalam polimerisasi radikal atau fotopolimerisasi.

Merek TCI (kode produk P3273)
Nomor CAS 25322-69-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik cairan (lihat sertifikat analisis untuk rincian)
Penyimpanan simpan rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari kelembapan

PPG bersifat higroskopis, sehingga wadah harus selalu ditutup rapat setelah digunakan untuk mencegah penyerapan air yang dapat mengganggu reaksi dengan isosianat. Simpan dalam botol asli atau wadah kaca dan HDPE yang bersih, di tempat sejuk, kering, dan jauh dari oksidator kuat. Untuk sintesis poliuretan, pertimbangkan pengeringan vakum sebelum dipakai. Kenakan sarung tangan dan kacamata pelindung, bersihkan tumpahan segera karena permukaan menjadi licin, dan baca SDS sebelum penggunaan.

  • Baimark dkk. (2018). Effects of Block Structure and Poly(propylene glycol) Block Length on Stereocomplexation and Mechanical Properties of Poly(propylene glycol)-b-Polylactide Blend Films. Polymer Korea doi:10.7317/pk.2018.42.3.385
  • Horský dkk. (2016). Polypseudorotaxanes between α-cyclodextrin and poly(propylene glycol)-b-poly(ethylene glycol)-b-poly(propylene glycol) copolymers studied by MALDI-TOF mass spectrometry. European Polymer Journal doi:10.1016/j.eurpolymj.2015.11.037
  • O'Sickey dkk. (2003). Structure–property relationships of poly(urethane‐urea)s with ultralow monol content poly(propylene glycol) soft segments. III. influence of mixed soft segments of ultralow monol poly(propylene glycol), poly(tetramethylene ether glycol), and tri(propylene glycol). Journal of Applied Polymer Science doi:10.1002/app.12520

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.