5-(3-Phenylpropioloyl)isobenzofuran-1,3-dione adalah senyawa kimia kompleks yang digunakan dalam berbagai reaksi organik sebagai bahan bangunan (building block). Senyawa ini memiliki struktur yang mengandung cincin isobenzofuran dan gugus propionil yang terikat pada atom oksigen. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk sintesis senyawa lain yang memiliki aktivitas biologis atau sifat kimia tertentu.
Karena struktur kimianya yang kompleks dan reaktivitasnya yang tinggi, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki aplikasi farmakologis atau material. Ketersediaannya dalam bentuk padat dan kemampuannya untuk bereaksi dengan berbagai reagen membuatnya sangat fleksibel dalam berbagai proses sintesis.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmiah yang berkaitan dengan sintesis senyawa organik, terutama dalam bidang farmasi dan kimia makanan. Peneliti lokal sering memanfaatkan senyawa ini untuk mengembangkan produk baru yang memiliki potensi aplikasi luas dalam bidang kesehatan dan industri.
- Sintesis senyawa aktif farmakologis untuk pengembangan obat baru
- Pemrosesan senyawa organik dalam penelitian material inovatif
- Reaksi kimia untuk pembuatan senyawa dengan sifat optik tertentu
- Pengujian katalis dalam reaksi organik kompleks
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa kimia baru
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1329658-14-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Penyimpanan di lingkungan yang kering dan sejuk sangat disarankan. Dalam penggunaan, pastikan area kerja bersih dan terkontrol, serta gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata, serta pastikan ventilasi cukup untuk mencegah akumulasi uap.
—
