Polyethylene Glycol Diglycidyl Ether (PEG Diglycidyl Ether) adalah bahan kimia yang digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terkait kimia polimer dan reaksi kimia. Bahan ini merupakan suatu senyawa yang memiliki struktur rantai polietilen glikol yang dihubungkan oleh dua grup epoksida. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kompleks, termasuk dalam pembuatan resin epoksida, bahan adhesif, dan bahan pengisi. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini juga digunakan dalam reaksi kimia yang memerlukan aktivasi epoksida.
PEG Diglycidyl Ether memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap berbagai reaktan seperti amina, hidroksida, dan asam karboksilat. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan ideal dalam reaksi polimerisasi dan modifikasi molekul. Karena memiliki titik cair yang relatif tinggi, senyawa ini juga cocok untuk aplikasi yang memerlukan pengendalian suhu.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia, terutama dalam bidang material dan teknologi polimer. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan bahan ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis polimer, modifikasi permukaan, dan pengembangan bahan baru. Ketersediaannya dalam berbagai kemasan memudahkan penggunaan dalam berbagai skala eksperimen.
Produk TCI terkait
- TCI B0964 2425-79-8 1,4-Butanediol Diglycidyl Ether
- TCI P3184 26403-72-5 Polyethylene Glycol Diglycidyl Ether (n=approx 4)
- TCI P3180 26403-72-5 Polyethylene Glycol Diglycidyl Ether (n=approx. 9)
- TCI P2928 26403-72-5 Polyethylene Glycol Diglycidyl Ether (n=approx. 22)
- TCI P2294 86630-59-3 Polyethylene Glycol Glycidyl Lauryl Ether
- TCI N0448 17557-23-2 Neopentyl Glycol Diglycidyl Ether
- Sintesis resin epoksida untuk penggunaan dalam industri komposit
- Modifikasi permukaan bahan polimer untuk meningkatkan sifat mekanik
- Pembuatan bahan adhesif dua komponen dalam penelitian material
- Reaksi kimia yang memerlukan aktivasi epoksida dalam sintesis senyawa kompleks
- Pengembangan bahan pengisi dalam formulasi produk kimia industri
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 26403-72-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Cairan jernih |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan udara dan cahaya matahari langsung. Karena sifat reaktifnya, sebaiknya disimpan dalam lingkungan yang tidak mengandung kelembapan berlebihan. Penggunaan harus dilakukan dengan perlengkapan pelindung seperti sarung tangan dan masker, serta dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Pastikan wadah tidak bocor dan selalu diperiksa secara berkala untuk memastikan keamanan penyimpanan.
- Cunha dkk. (2022). Rubbery Polyhydroxyesters based on Polyethylene Glycol Diglycidyl Ether: Reaction and Vitrimer-like Behavior Catalyzed by Tin Octoate. Current Applied Polymer Science doi:10.2174/2452271605666220404144604
- Rahmi dkk. (2018). Preparation of polyethylene glycol diglycidyl ether (PEDGE) crosslinked chitosan/activated carbon composite film for Cd2+ removal. Carbohydrate Polymers doi:10.1016/j.carbpol.2018.07.051
- Mustafa (2024). Lip augmentation with hyaluronic acid hydrogel cross-linked with polyethylene glycol diglycidyl ether (PEGDE) in two women with autoimmune disease. Case report. Aesthetic Cosmetology and Medicine doi:10.52336/acm.2024.013
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

