2,6-Dihydroxybenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Senyawa ini memiliki struktur aromatik dengan dua gugus hidroksil yang terletak di posisi 2 dan 6 pada cincin benzoat. Dalam konteks laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar untuk sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang organik dan analitik. Karena sifatnya yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
Karakteristik utama dari 2,6-Dihydroxybenzoic Acid termasuk kelarutan dalam pelarut organik seperti etil asetat dan etanol, serta kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya. Senyawa ini juga memiliki titik leleh yang tinggi, sehingga relatif tahan terhadap suhu yang tidak ekstrem. Sifat-sifat ini menjadikannya sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi kimia yang membutuhkan stabilitas dan kontrol yang tinggi.
Di laboratorium Indonesia, 2,6-Dihydroxybenzoic Acid digunakan dalam berbagai penelitian, baik di perguruan tinggi maupun institusi riset. Senyawa ini sering muncul dalam eksperimen sintesis senyawa baru, analisis kualitatif, dan sebagai bahan bantu dalam proses karakterisasi senyawa organik. Karena kehandalannya, senyawa ini menjadi bagian penting dari persediaan bahan kimia di banyak laboratorium di Indonesia.
Produk TCI terkait
- TCI B1425 16534-12-6 4-Bromo-3,5-dihydroxybenzoic Acid
- TCI D4893 4955-90-2 2,5-Dihydroxybenzoic Acid Sodium Salt
- TCI D2933 490-79-9 2,5-Dihydroxybenzoic Acid [Matrix for MALDI-TOF/MS]
- TCI D0570 99-10-5 3,5-Dihydroxybenzoic Acid
- TCI D0569 490-79-9 2,5-Dihydroxybenzoic Acid
- TCI D0568 89-86-1 2,4-Dihydroxybenzoic Acid
- Sintesis senyawa aromatik kompleks untuk penelitian organik
- Pengujian reaktivitas gugus hidroksil dalam reaksi substitusi
- Pembuatan standar kualitatif dalam analisis kimia
- Penggunaan dalam reaksi esterifikasi untuk sintesis senyawa organik
- Penelitian tentang interaksi senyawa aromatik dengan bahan kimia lain
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 303-07-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | Padat, berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, dalam suhu kamar dan jauh dari paparan cahaya langsung |
2,6-Dihydroxybenzoic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara, di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari sinar matahari atau sumber panas. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Selama penyimpanan, pastikan wadah tidak terbuka untuk mencegah penurunan kualitas. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung saat mengolah bahan ini.
- Sarma dkk. (2017). Adsorption of substituted benzoic acids onto α-Al2O3 surface in mixed-adsorbate mode: 2,4-Dihydroxybenzoic acid, 2,6-dihydroxybenzoic acid and 1,2,4-benzenetricarboxylic acid (trimellitic acid). Journal of Environmental Chemical Engineering doi:10.1016/j.jece.2017.05.049
- Akita dkk. (1999). Teratogenicity of salicylate and its metabolites (2, 4-Dihydroxybenzoic acid and 2, 5-Dihydroxybenzoic acid) studied in the rat embryo culture method.. Japanese Journal of Pharmacology doi:10.1016/s0021-5198(19)35195-9
- McMahon dkk. (1991). Comparative acute nephrotoxicity of salicylic acid, 2,3-dihydroxybenzoic acid, and 2,5-dihydroxybenzoic acid in young and middle aged Fischer 344 rats. Toxicology doi:10.1016/0300-483x(91)90201-b
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
