TCI R0062 90-74-4 Rutinose adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia di laboratorium. Rutinose merupakan sebuah gula monosakarida yang memiliki struktur molekuler sederhana namun memiliki peran penting dalam penelitian biokimia, terutama dalam studi tentang glikosida dan interaksi molekuler. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kompleks, serta sebagai reagen dalam analisis kualitatif dan kuantitatif.
Rutinose memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap kelembapan dan paparan udara. Senyawa ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai molekul lain, sehingga menjadi pilihan yang baik dalam reaksi kimia yang membutuhkan reaktivitas tinggi. Karena sifatnya yang mudah larut dalam air, Rutinose juga cocok untuk aplikasi dalam larutan dan reaksi yang melibatkan pelarut polar.
Di laboratorium Indonesia, Rutinose sering digunakan dalam penelitian biomedis, farmakologi, dan kimia organik. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang berkaitan dengan metabolisme gula, pengembangan obat, serta studi tentang interaksi antar molekul. Karena ketersediaannya yang cukup, Rutinose menjadi pilihan yang umum di berbagai institusi penelitian dan universitas di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa glikosida kompleks yang digunakan dalam penelitian farmakologi.
- Dalam analisis kualitatif untuk mengidentifikasi keberadaan gula dalam sampel biologis.
- Sebagai reagen dalam reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas tinggi terhadap molekul organik.
- Dalam penelitian tentang metabolisme gula dan interaksi molekuler dalam sistem biologis.
- Sebagai bahan uji untuk pengembangan metode analisis kuantitatif dalam kimia analitik.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 90-74-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience |
| Ukuran kemasan | 100mg |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering. |
Rutinose harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari kelembapan. Penyimpanan di tempat sejuk dan kering sangat dianjurkan untuk menjaga kestabilan dan kualitas bahan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tidak terbuka terlalu lama untuk mencegah kontaminasi dan penurunan kualitas. Selalu gunakan sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk menjaga keamanan dan kesehatan. Penanganan yang tepat akan memastikan bahwa Rutinose tetap efektif dan aman dalam penggunaan laboratorium.
- Quintin dkk. (2005). Mild alkaline hydrolysis of some 7-O-flavone glycosides. Application to a novel access to rutinose heptaacetate. Tetrahedron Letters doi:10.1016/j.tetlet.2005.04.085
- Amaretti dkk. (2015). Hydrolysis of the Rutinose-Conjugates Flavonoids Rutin and Hesperidin by the Gut Microbiota and Bifidobacteria. Nutrients doi:10.3390/nu7042788
- Novotná dkk. (2023). Hesperidin, Hesperetin, Rutinose, and Rhamnose Act as Skin Anti-Aging Agents. Molecules doi:10.3390/molecules28041728
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








