Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 50-70-4

D-Sorbitol, CAS 50-70-4, TCI S0065

D-Sorbitol, CAS 50-70-4, TCI S0065

Identitas Kimia

No. CAS
50-70-4
PubChem
CID 5780·SID 87575689
Rumus molekul
C6H14O6
Berat molekul
182.17 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(2R,3R,4R,5S)-hexane-1,2,3,4,5,6-hexol
SMILES
C([C@H]([C@H]([C@@H]([C@H](CO)O)O)O)O)O
InChIKey
FBPFZTCFMRRESA-JGWLITMVSA-N
Harga reguler Rp 505.050,00
Harga reguler Rp 368.550,00 Harga obral Rp 505.050,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Lihat contoh CoA (contoh format — nilai aktual sesuai lot pengiriman)

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

D-Sorbitol adalah sebuah gula alami yang sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia dan biokimia. Sebagai sebuah polihidroksil alkohol, D-Sorbitol memiliki struktur molekul yang kompleks dan memiliki sifat fisika dan kimia yang unik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai aplikasi seperti pembuatan larutan buffer, pengatur pH, atau sebagai bahan bantu dalam sintesis senyawa organik. Dalam laboratorium, D-Sorbitol juga digunakan sebagai bahan baku untuk produksi senyawa lain yang memerlukan sifat hidrofilik dan stabilitas kimia.

D-Sorbitol memiliki sifat non-merkuri, tidak beracun, dan memiliki daya larut yang baik dalam air. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan yang aman dan efektif dalam berbagai eksperimen. Selain itu, D-Sorbitol tidak mudah terurai dalam kondisi normal, sehingga memungkinkan penggunaan jangka panjang tanpa kehilangan sifat kimia. Karena sifatnya yang stabil dan tidak beracun, bahan ini sangat cocok untuk digunakan dalam lingkungan laboratorium yang memerlukan keamanan dan kualitas tinggi.

Di Indonesia, D-Sorbitol sering digunakan dalam laboratorium kimia, farmasi, dan biologi. Bahan ini sangat relevan dalam penelitian yang melibatkan senyawa hidroksil dan reaksi kimia yang memerlukan bahan bantu stabil. Karena kehandalannya dan ketersediaannya, D-Sorbitol menjadi bahan yang populer dan penting dalam berbagai aplikasi ilmiah di Indonesia.

  • Dalam sintesis senyawa organik, D-Sorbitol berfungsi sebagai bahan bantu untuk reaksi kimia yang memerlukan reaktivitas hidroksil.
  • Dalam pembuatan larutan buffer, D-Sorbitol digunakan untuk mengatur pH secara stabil dalam berbagai eksperimen biokimia.
  • Sebagai bahan pengawet dalam larutan, D-Sorbitol mampu menjaga kualitas larutan selama penyimpanan.
  • Dalam penelitian farmasi, D-Sorbitol sering digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan obat atau senyawa farmakologis.
  • Dalam eksperimen biokimia, D-Sorbitol digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk reaksi enzimatik atau proses metabolisme.

Merek TCI
Nomor CAS 50-70-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Chemical Biology > Glycoscience
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik Padatan kristal
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari sinar matahari langsung

D-Sorbitol harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, serta jauh dari paparan sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti plastik atau kaca, agar tidak terjadi reaksi kimia dengan bahan penyimpanan. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau saluran pernapasan. Karena sifatnya yang stabil, D-Sorbitol tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus selama penyimpanan yang tepat. Namun, tetap perhatikan kebersihan dan keamanan di lingkungan laboratorium.

  • Saidman dkk. (2000). Amperometric detection of d -sorbitol with NAD + - d -sorbitol dehydrogenase modified carbon paste electrode. Analytica Chimica Acta doi:10.1016/s0003-2670(00)01140-5
  • Van Heyningen (1990). Sorbitol pathway—Reminiscences. Experimental Eye Research doi:10.1016/0014-4835(90)90098-f
  • Sheet dkk. (2014). Some alternative sweeteners (xylitol, sorbitol, sucralose and stevia): Review. Karaelmas Science and Engineering Journal doi:10.7212/zkufbd.v4i1.125

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.