Succinic Acid, atau asam suksinat, dari TCI adalah asam dikarboksilat alifatik berantai empat karbon. Senyawa ini juga merupakan zat antara penting dalam siklus asam sitrat pada metabolisme sel. Di laboratorium kimia, asam suksinat tergolong building block non-heterosiklik yang serbaguna. Bahan ini dipakai sebagai bahan awal pembuatan ester, anhidrida, amida, dan poliester. Peranannya juga luas dalam biokimia, misalnya sebagai substrat enzim suksinat dehidrogenase dan komponen larutan buffer.
Asam suksinat dipilih karena strukturnya sederhana dan simetris, dengan dua gugus karboksil yang mudah dimodifikasi. Sifat itu menjadikannya penghubung ideal dalam sintesis polimer dan senyawa bifungsional. Pada suhu ruang, senyawa ini berupa padatan kristal putih yang stabil, tidak mudah menguap, dan larut dalam air. Bahan ini mudah ditimbang serta disimpan dalam jangka panjang. Asam suksinat juga dikenal sebagai bahan kimia berbasis bio yang dapat diproduksi melalui fermentasi, sehingga makin menarik dalam riset kimia hijau dan polimer biodegradable.
Di Indonesia, asam suksinat relevan bagi laboratorium kimia organik, biokimia, teknologi pangan, dan teknik kimia di universitas maupun industri. Peneliti yang mengembangkan bioplastik dari sumber terbarukan, misalnya dari biomassa sawit atau singkong, dapat memakainya sebagai monomer acuan. Laboratorium biokimia memakainya untuk uji aktivitas enzim mitokondria. Kemasan 25g cocok untuk riset skala kecil, sedangkan 500g lebih efisien untuk praktikum rutin atau sintesis yang lebih besar.
- Sintesis poliester biodegradable: dua gugus karboksilnya bereaksi dengan diol membentuk poliester seperti polibutilena suksinat, sehingga senyawa ini penting dalam riset bioplastik.
- Uji aktivitas suksinat dehidrogenase: sebagai substrat alami enzim tersebut, asam suksinat dipakai untuk menilai fungsi rantai respirasi mitokondria dalam penelitian biokimia sel.
- Pembuatan ester dan anhidrida suksinat: struktur dikarboksilat yang sederhana memudahkan konversi menjadi turunan yang berguna sebagai pelarut, plasticizer, atau zat antara sintesis.
- Komponen sistem buffer: dengan dua tetapan disosiasi asam, asam suksinat bersama garam natriumnya dapat menyusun buffer pada rentang pH asam untuk berbagai percobaan.
- Standar dan bahan praktikum titrasi: padatan kristal yang stabil dan mudah ditimbang menjadikannya bahan yang baik untuk latihan titrasi asam-basa diprotik di laboratorium pendidikan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 110-15-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | padatan kristal berwarna putih |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Simpan asam suksinat dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari basa kuat dan oksidator kuat. Wadah kaca atau plastik HDPE yang tertutup baik sesuai untuk penyimpanan jangka panjang. Debunya dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, sehingga timbang dengan hati-hati dan hindari menghirup serbuk. Gunakan kacamata pelindung, sarung tangan, dan jas laboratorium. Bila terkena mata, bilas dengan air mengalir dan ikuti petunjuk SDS produsen.
- Michael McCoy (2019). The final chapter for succinic acid. C&EN Global Enterprise doi:10.1021/cen-09712-buscon5
- Mohan dkk. (2020). Anti-Salmonella activity of pyruvic and succinic acid in combination with oregano essential oil. Food Control doi:10.1016/j.foodcont.2019.106960
- Liu dkk. (2022). Role of succinic acid in the regulation of sepsis. International Immunopharmacology doi:10.1016/j.intimp.2022.109065
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








