Tetradecanedioic Acid (TDA) adalah senyawa organik yang memiliki struktur asam karboksilat dengan dua gugus karboksil di ujung molekul. Bahan ini sering digunakan dalam laboratorium kimia sebagai bahan dasar untuk sintesis senyawa kompleks, terutama dalam reaksi esterifikasi atau polimerisasi. TDA juga digunakan dalam pembuatan bahan kimia industri seperti pelarut, plastik, atau bahan pengisi. Sebagai bahan pembangun, TDA memiliki potensi untuk diubah menjadi senyawa dengan fungsi tertentu, seperti obat, bahan tambahan makanan, atau bahan kimia khusus.
TDA memiliki sifat kimia yang stabil dan tidak mudah bereaksi dengan bahan kimia umum, sehingga memudahkan proses manipulasi di laboratorium. Molekulnya bersifat non-polar dan memiliki titik leleh yang relatif tinggi, sehingga memungkinkan penyimpanan dalam kondisi normal tanpa kehilangan sifat kimia. Karena sifat ini, TDA menjadi pilihan yang tepat untuk penggunaan dalam berbagai skala, baik skala kecil maupun skala besar.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, TDA sering digunakan oleh peneliti kimia, industri farmasi, dan lembaga penelitian untuk pengembangan produk baru atau modifikasi senyawa. Bahan ini juga relevan dalam pendidikan, terutama untuk praktikum kimia tingkat lanjut yang melibatkan sintesis senyawa kompleks atau studi sifat kimia.
- Sintesis senyawa ester untuk pengembangan bahan kimia industri
- Pembuatan bahan pengisi dalam produksi plastik dan bahan komposit
- Studi sifat kimia untuk penelitian material baru
- Pengujian reaktivitas dalam reaksi kimia organik
- Produksi bahan tambahan makanan sebagai pengawet atau pengemulsi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 821-38-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Tetradecanedioic Acid harus disimpan dalam wadah tertutup yang rapat untuk mencegah penguapan atau kontaminasi. Bahan ini bersifat tidak beracun dalam kondisi normal, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Penyimpanan dalam ruangan sejuk dan kering sangat dianjurkan. Untuk penggunaan dalam laboratorium, pastikan area kerja memiliki ventilasi yang memadai dan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
- Guo dkk. (2004). Preparation and properties of poly(dimer acid–dodecanedioic acid) copolymer and poly(dimer acid–tetradecanedioic acid) copolymer. Polymer Degradation and Stability doi:10.1016/j.polymdegradstab.2003.10.012
- Makedonopoulou dkk. (2001). The dimeric complex of cyclomaltoheptaose with 1,14-tetradecanedioic acid. Comparison with related complexes. Carbohydrate Research doi:10.1016/s0008-6215(01)00207-5
- Ventolà dkk. (2006). The Binary System Tetradecanedioic Acid–Hexadecanedioic Acid: Polymorphism of the Components and Experimental Phase Diagram. Helvetica Chimica Acta doi:10.1002/hlca.200690193
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








