Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 91-08-7

Tolylene-2,6-diisocyanate, CAS 91-08-7, TCI T1153

Tolylene-2,6-diisocyanate, CAS 91-08-7, TCI T1153

Identitas Kimia

No. CAS
91-08-7
PubChem
CID 7040·SID 87576941
Rumus molekul
C9H6N2O2
Berat molekul
174.16 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,3-diisocyanato-2-methylbenzene
SMILES
CC1=C(C=CC=C1N=C=O)N=C=O
InChIKey
RUELTTOHQODFPA-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 823.200,00
Harga reguler Rp 575.400,00 Harga obral Rp 823.200,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Tolylene-2,6-diisocyanate adalah diisosianat aromatik, yaitu molekul toluena yang membawa dua gugus isosianat pada posisi dua dan enam. Gugus isosianat sangat reaktif terhadap senyawa berhidrogen aktif seperti alkohol, amina, dan air. Produk TCI T1153 ini termasuk reagen monomer untuk ilmu polimer, terutama dalam pembuatan poliuretan dan poliurea di skala penelitian. Senyawa ini juga berguna sebagai pengikat silang dan pereaksi derivatisasi di laboratorium.

Karakter utamanya adalah dua gugus NCO yang dapat bereaksi bertahap membentuk ikatan uretana atau urea. Pada isomer 2,6, kedua gugus terletak mengapit gugus metil dengan pola simetris, sehingga reaktivitas dan struktur rantai polimer yang terbentuk dapat berbeda dari isomer lain. Hal ini membuatnya menarik bagi peneliti yang ingin mengkaji hubungan struktur monomer dengan sifat polimer. Karena sangat reaktif, bahan ini sensitif terhadap kelembapan dan harus ditangani dengan disiplin ketat.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini dipakai di riset polimer, pelapis, perekat, dan busa, terutama pada skala kecil untuk pengembangan formulasi. Kemasan 1g, 5g, dan 25g memungkinkan peneliti memilih jumlah sesuai kebutuhan, dari uji coba hingga sintesis beberapa batch. Isosianat termasuk bahan berbahaya yang dapat memicu sensitisasi pernapasan, sehingga pemakaian wajib mengikuti prosedur keselamatan institusi. Hubungi AMI Scientific untuk berdiskusi mengenai SDS dan dokumen pendukung lain.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis poliuretan skala riset: reaksi dengan poliol membentuk ikatan uretana, sehingga monomer ini dipakai untuk mempelajari pembentukan polimer dan pengaruh struktur diisosianat terhadap sifat bahan.
  • Pembuatan poliurea dan oligomer: gugus isosianat bereaksi cepat dengan amina menghasilkan ikatan urea, yang dimanfaatkan peneliti untuk membuat oligomer dan polimer model dengan struktur terkontrol.
  • Pengikat silang pada formulasi pelapis dan perekat: dua gugus reaktif memungkinkan penyambungan rantai polimer, sehingga bahan ini dikaji dalam pengembangan lapisan dan perekat berskala laboratorium.
  • Studi hubungan struktur isomer dan sifat polimer: isomer 2,6 dapat dibandingkan dengan isomer diisosianat lain untuk melihat pengaruh posisi gugus terhadap keteraturan rantai dan perilaku bahan.
  • Derivatisasi senyawa berhidrogen aktif: isosianat bereaksi dengan alkohol dan amina membentuk turunan uretana atau urea, yang dapat dimanfaatkan dalam analisis dan karakterisasi di laboratorium kimia.

Merek TCI (kode produk T1153)
Nomor CAS 91-08-7
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers
Ukuran kemasan 1g, 5g, 25g
Bentuk fisik sesuai keterangan pada label dan lembar data produsen
Penyimpanan wadah tertutup rapat, kering, sejuk; sangat sensitif terhadap kelembapan

Simpan Tolylene-2,6-diisocyanate dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan sangat kering, terlindung dari kelembapan karena isosianat bereaksi dengan air dan dapat menghasilkan gas karbon dioksida. Pertimbangkan atmosfer inert dan desikator. Senyawa ini berbahaya bila terhirup dan dapat menyebabkan sensitisasi, iritasi mata dan kulit, sehingga selalu bekerja di lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Hindari kontak dengan air, alkohol, amina, dan basa kuat saat penyimpanan. Buang limbah sesuai prosedur institusi dan wajib membaca SDS produsen sebelum pemakaian.

  • Sojecki✠ dkk. (2000). The synergetic effect of catalytic systems in 2,4-tolylene diisocyanate reactions with macrodiols. European Polymer Journal doi:10.1016/s0014-3057(99)00214-1
  • WOLINSKA-GRABCZYK dkk. (1997). Thermothropic liquid crystalline poly(urethane-urea)s from 4,4'-diaminobiphenyl, 2,4-tolylene diisocyanate and poly(oxytetramethylene)diol. Polimery doi:10.14314/polimery.1997.055
  • Peng dkk. (1991). TERPOLYMERIZATION OF CO2,PROPYLENE OXIDE AND TOLYLENE DIISOCYANATE. Chinese Journal of Applied Chemistry doi:10.3724/j.issn.1000-0518.1991.1.78

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.