TCI T1176 Trimethylhexamethylene Diisocyanate adalah campuran isomer 2,2,4- dan 2,4,4- dari diisosianat alifatik. Dalam kategori ilmu material, bahan ini termasuk monomer untuk polimer dan makromolekul. Peran utamanya adalah sebagai komponen pembentuk poliuretan, karena kedua gugus isosianatnya dapat bereaksi dengan gugus hidroksil atau amina untuk membentuk ikatan uretana atau urea yang menghubungkan rantai polimer.
Karena rantainya alifatik, diisosianat jenis ini lazim dipilih ketika peneliti menginginkan poliuretan yang tidak mengandung cincin aromatik. Bentuk campuran isomer dengan cabang metil juga dapat memengaruhi kerapatan susunan rantai, sehingga berpotensi memengaruhi kelarutan dan fleksibilitas polimer yang dihasilkan. Gugus isosianat sangat reaktif terhadap air, alkohol, dan amina, sehingga bahan ini harus dijaga tetap kering. Merek TCI dipilih oleh banyak peneliti bahan karena pasokannya untuk keperluan riset.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini relevan bagi kelompok riset polimer, pelapis, perekat, dan elastomer yang mengembangkan formulasi poliuretan skala kecil. Kemasan 25 mL, 100 mL, dan 500 mL memungkinkan pemilihan ukuran sesuai kebutuhan, dari uji formulasi hingga pengerjaan berulang. Karena isosianat dikenal berbahaya bagi pernapasan, penggunaannya harus dilakukan di lemari asam dengan perlengkapan pelindung lengkap.
Brosur TCI (PDF)
- Biomaterials Research Reagents 2025-02-19 · hal. 17
- Monomers 2025-05-28 · hal. 28
Produk TCI terkait
- Isophorone Diisocyanate (mixture of isomers), CAS 4098-71-9, TCI I0314
- Dicyclohexylmethane 4,4'-Diisocyanate (mixture of isomers), CAS 5124-30-1, TCI D2380
- m-Xylylene Diisocyanate, CAS 3634-83-1, TCI X0022
- Tolylene-2,6-diisocyanate, CAS 91-08-7, TCI T1153
- Tolylene Diisocyanate (2,4- ca. 80%, 2,6- ca. 20%), CAS 26471-62-5, TCI T0264
- Tolylene-2,4-diisocyanate, CAS 584-84-9, TCI T0263
- Sintesis poliuretan: kedua gugus isosianat bereaksi dengan poliol untuk membentuk rantai poliuretan, sehingga bahan ini cocok untuk penelitian polimer yang menguji hubungan formulasi dengan sifat bahan akhir.
- Pengembangan pelapis dan cat: diisosianat alifatik sering dipertimbangkan untuk sistem pelapis, sehingga cocok untuk uji formulasi film pelapis di skala laboratorium.
- Formulasi perekat dan sealant: gugus isosianat dapat berikatan dengan gugus hidroksil pada permukaan atau resin, sehingga berguna untuk riset sistem perekat berbasis poliuretan.
- Sintesis prepolimer: reaksi dengan kelebihan diisosianat menghasilkan prepolimer berujung isosianat, sehingga cocok bagi peneliti yang menyusun polimer secara bertahap dengan pemanjang rantai.
- Derivatisasi gugus hidroksil dan amina: reaktivitas isosianat memungkinkan penandaan atau pembentukan turunan uretana, sehingga berguna untuk studi reaksi dan karakterisasi senyawa.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 32052-51-0 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | — |
| Penyimpanan | lindungi dari kelembapan; ikuti petunjuk label dan lembar data keselamatan |
- Kode produk: T1176, campuran isomer 2,2,4- dan 2,4,4-
Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi, jauh dari air, alkohol, amina, serta sumber panas. Isosianat bereaksi dengan kelembapan udara sehingga dapat membentuk endapan dan melepaskan gas, jadi buka wadah seperlunya dan tutup kembali segera, sebaiknya dengan gas inert kering. Kerjakan hanya di lemari asam, karena uap isosianat dapat mengiritasi saluran napas dan mata serta berpotensi memicu sensitisasi. Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Buang limbah sesuai aturan limbah berbahaya institusi dan baca lembar data keselamatan terlebih dahulu.
—







