Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 32052-51-0

Trimethylhexamethylene Diisocyanate (2,2,4- and 2,4,4- mixture), CAS 32052-51-0, TCI T1176

Trimethylhexamethylene Diisocyanate (2,2,4- and 2,4,4- mixture), CAS 32052-51-0, TCI T1176

Identitas Kimia

No. CAS
32052-51-0
PubChem
CID 21987741·SID 87576959
Rumus molekul
C22H36N4O4
Berat molekul
420.5 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,6-diisocyanato-2,2,4-trimethylhexane;1,6-diisocyanato-2,4,4-trimethylhexane
SMILES
CC(CCN=C=O)CC(C)(C)CN=C=O.CC(CC(C)(C)CCN=C=O)CN=C=O
InChIKey
XLRHAAFCQUDHHF-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 743.400,00
Harga reguler Rp 519.750,00 Harga obral Rp 743.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI T1176 Trimethylhexamethylene Diisocyanate adalah campuran isomer 2,2,4- dan 2,4,4- dari diisosianat alifatik. Dalam kategori ilmu material, bahan ini termasuk monomer untuk polimer dan makromolekul. Peran utamanya adalah sebagai komponen pembentuk poliuretan, karena kedua gugus isosianatnya dapat bereaksi dengan gugus hidroksil atau amina untuk membentuk ikatan uretana atau urea yang menghubungkan rantai polimer.

Karena rantainya alifatik, diisosianat jenis ini lazim dipilih ketika peneliti menginginkan poliuretan yang tidak mengandung cincin aromatik. Bentuk campuran isomer dengan cabang metil juga dapat memengaruhi kerapatan susunan rantai, sehingga berpotensi memengaruhi kelarutan dan fleksibilitas polimer yang dihasilkan. Gugus isosianat sangat reaktif terhadap air, alkohol, dan amina, sehingga bahan ini harus dijaga tetap kering. Merek TCI dipilih oleh banyak peneliti bahan karena pasokannya untuk keperluan riset.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini relevan bagi kelompok riset polimer, pelapis, perekat, dan elastomer yang mengembangkan formulasi poliuretan skala kecil. Kemasan 25 mL, 100 mL, dan 500 mL memungkinkan pemilihan ukuran sesuai kebutuhan, dari uji formulasi hingga pengerjaan berulang. Karena isosianat dikenal berbahaya bagi pernapasan, penggunaannya harus dilakukan di lemari asam dengan perlengkapan pelindung lengkap.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis poliuretan: kedua gugus isosianat bereaksi dengan poliol untuk membentuk rantai poliuretan, sehingga bahan ini cocok untuk penelitian polimer yang menguji hubungan formulasi dengan sifat bahan akhir.
  • Pengembangan pelapis dan cat: diisosianat alifatik sering dipertimbangkan untuk sistem pelapis, sehingga cocok untuk uji formulasi film pelapis di skala laboratorium.
  • Formulasi perekat dan sealant: gugus isosianat dapat berikatan dengan gugus hidroksil pada permukaan atau resin, sehingga berguna untuk riset sistem perekat berbasis poliuretan.
  • Sintesis prepolimer: reaksi dengan kelebihan diisosianat menghasilkan prepolimer berujung isosianat, sehingga cocok bagi peneliti yang menyusun polimer secara bertahap dengan pemanjang rantai.
  • Derivatisasi gugus hidroksil dan amina: reaktivitas isosianat memungkinkan penandaan atau pembentukan turunan uretana, sehingga berguna untuk studi reaksi dan karakterisasi senyawa.

Merek TCI
Nomor CAS 32052-51-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Monomers
Ukuran kemasan 25mL, 100mL, 500mL
Bentuk fisik —
Penyimpanan lindungi dari kelembapan; ikuti petunjuk label dan lembar data keselamatan
  • Kode produk: T1176, campuran isomer 2,2,4- dan 2,4,4-

Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi, jauh dari air, alkohol, amina, serta sumber panas. Isosianat bereaksi dengan kelembapan udara sehingga dapat membentuk endapan dan melepaskan gas, jadi buka wadah seperlunya dan tutup kembali segera, sebaiknya dengan gas inert kering. Kerjakan hanya di lemari asam, karena uap isosianat dapat mengiritasi saluran napas dan mata serta berpotensi memicu sensitisasi. Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, dan jas laboratorium. Buang limbah sesuai aturan limbah berbahaya institusi dan baca lembar data keselamatan terlebih dahulu.

—