Aniline (62-53-3) adalah senyawa kimia organik yang memiliki struktur dasar amina aromatik. Bahan ini sering digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa kompleks yang membutuhkan reaksi substitusi atau reaksi kondensasi. Aniline memiliki sifat basa lemah dan dapat bereaksi dengan berbagai senyawa seperti asam, halida, dan reaktif lainnya. Dalam laboratorium, aniline digunakan sebagai bahan dasar atau bahan pembantu dalam pembuatan senyawa seperti parasetamol, dyes, dan berbagai senyawa farmakologis.
Aniline memiliki sifat kimia yang sangat reaktif dan mudah teroksidasi. Senyawa ini juga bersifat toksik dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Karena sifat ini, aniline harus ditangani dengan hati-hati dan disimpan dalam wadah tertutup. Meski demikian, karena kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia, aniline tetap menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian dan pengembangan senyawa baru.
Di laboratorium Indonesia, aniline sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan industri bahan kimia. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan aniline sebagai bahan baku untuk eksperimen sintesis senyawa aktif biologis. Ketersediaan dan kualitas aniline yang baik menjadikannya pilihan utama dalam berbagai aplikasi ilmiah di Indonesia.
Brosur TCI (PDF)
- Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents 2026-05-21 · hal. 8
Produk TCI terkait
- TCI P0284 50930-79-5 Aniline Hydrogen Phthalate
- N-(4-Methoxybenzylidene)aniline, CAS 836-41-9, TCI M0582
- 4-Diazo-N-ethyl-N-(2-hydroxyethyl)aniline Chloride Zinc Chloride, CAS 13532-96-2, TCI D0142
- 4,4'-Methylenebis[N-(sec-butyl)aniline], CAS 5285-60-9, TCI B6650
- 1,3-Phenylenediamine, CAS 108-45-2, TCI P1911
- 1,3-Phenylenediamine, CAS 108-45-2, TCI P1892
- Sintesis senyawa aromatik yang memerlukan reaksi substitusi amina
- Pembuatan dyes dan pigmen untuk industri tekstil dan kosmetik
- Eksperimen kimia organik dalam penelitian farmakologi
- Reaksi kondensasi untuk pembuatan senyawa kompleks
- Pengujian reaktivitas senyawa aromatik dalam analisis kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 62-53-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan panas |
Aniline harus disimpan dalam wadah tertutup yang terlindung dari cahaya dan panas. Wadah harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau logam. Saat menangani aniline, pengguna harus memakai sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata. Aniline bersifat toksik dan mudah teroksidasi, sehingga harus dihindari dari kontak dengan air dan bahan kimia lain yang reaktif. Penyimpanan yang tepat dan penanganan yang hati-hati sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kualitas bahan ini dalam laboratorium.
- Forezi (2011). Aniline (CAS No. 62-53-3). Revista Virtual de Química doi:10.5935/1984-6835.20110053
- Qi (2002). Decomposition of aniline in supercritical water. Journal of Hazardous Materials doi:10.1016/s0304-3894(01)00330-2
- Talipov dkk. (2013). Comment on “Synthesis, Characterization, and Structures of Persistent Aniline Radical Cation”: It Is a Protonated Aniline and Not an Aniline Radical Cation. Angewandte Chemie International Edition doi:10.1002/anie.201305293
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.







