1,2-Phenylenediamine dari TCI, juga dikenal sebagai o-fenilendiamina, adalah diamina aromatik dengan dua gugus amino yang bersebelahan pada cincin benzena. Senyawa ini termasuk building block yang paling sering dipakai dalam kimia organik. Posisi kedua gugus amino yang berdekatan memudahkan pembentukan cincin heterosiklik seperti benzimidazol, kuinoksalin, dan benzotriazol. Senyawa-senyawa ini merupakan kerangka penting dalam riset obat, pewarna, dan material fungsional, sehingga 1,2-Phenylenediamine banyak dipakai di laboratorium sintesis dan analitik.
Peneliti memilih senyawa ini karena reaktivitasnya yang tinggi dan dapat diarahkan. Kedua gugus aminonya bereaksi dengan asam karboksilat, aldehida, senyawa 1,2-dikarbonil, dan asam nitrit untuk membentuk cincin dengan hasil yang baik. Senyawa ini juga dapat teroksidasi menjadi produk berwarna dan berfluoresensi. Sifat ini dimanfaatkan dalam metode deteksi kolorimetri dan fluorometri. Namun, sifat yang sama membuat senyawa ini mudah berubah warna bila terkena udara dan cahaya, sehingga perlu disimpan dengan cermat.
Di Indonesia, 1,2-Phenylenediamine banyak dipakai di laboratorium kimia organik perguruan tinggi untuk praktikum dan riset sintesis heterosiklik, misalnya pembuatan turunan benzimidazol yang berpotensi bioaktif. Laboratorium analitik juga memakainya sebagai pereaksi derivatisasi untuk senyawa α-dikarbonil dalam sampel pangan. Kemasan 25g cukup untuk banyak percobaan skala riset dan memudahkan pengelolaan stok di laboratorium.
Brosur TCI (PDF)
- Colloidal Quantum Dot (QD) Research Reagents 2026-05-21 · hal. 8
Produk TCI terkait
- Sintesis benzimidazol: kondensasi dengan asam karboksilat atau aldehida menghasilkan kerangka benzimidazol yang penting dalam riset senyawa obat dan bahan aktif.
- Pembuatan kuinoksalin: reaksi dengan senyawa 1,2-dikarbonil menghasilkan cincin kuinoksalin secara efisien untuk riset pewarna, ligan, dan material organik.
- Derivatisasi analitik α-dikarbonil: senyawa ini dipakai untuk mengubah metilglioksal, diasetil, dan senyawa sejenis menjadi turunan kuinoksalin yang mudah dideteksi dengan HPLC.
- Substrat kolorimetri peroksidase: produk oksidasinya berwarna, sehingga senyawa ini dapat dipakai dalam sistem deteksi enzimatis berbasis peroksidase pada riset bioanalitik.
- Sintesis ligan dan kompleks logam: kedua gugus amino yang bersebelahan dapat membentuk ligan basa Schiff dan kelat yang berguna dalam kimia koordinasi dan katalisis.
| Merek | TCI (kode produk P0968) |
|---|---|
| Nomor CAS | 95-54-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin |
| Penyimpanan | tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan udara, di tempat sejuk dan kering |
Simpan 1,2-Phenylenediamine dalam wadah gelap yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering. Sebaiknya simpan di bawah gas inert karena senyawa ini mudah teroksidasi dan berubah warna. Senyawa ini beracun, dapat menimbulkan sensitisasi kulit, dan dicurigai berbahaya bagi kesehatan jangka panjang. Wajib gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, jas laboratorium, dan bekerja di lemari asam. Hindari menghirup debunya, cuci tangan setelah digunakan, pelajari SDS terlebih dahulu, dan buang limbahnya sebagai limbah B3.
- Wu (2003). Fluorimetric determination of ascorbic acid with o-phenylenediamine. Talanta doi:10.1016/s0039-9140(02)00475-7
- Brooks dkk. (2005). ortho-Phenylenediamine bis-urea–carboxylate: a new reliable supramolecular synthon. CrystEngComm doi:10.1039/b511932d
- Cataldo (1999). Polyoxamidines: 1. On the structure of cyanogenated o-, m- and p-phenylenediamine. European Polymer Journal doi:10.1016/s0014-3057(98)00090-1
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
