Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 95-54-5

1,2-Phenylenediamine TCI P0168

1,2-Phenylenediamine TCI P0168

Identitas Kimia

No. CAS
95-54-5
PubChem
CID 7243·SID 87574418
Rumus molekul
C6H8N2
Berat molekul
108.14 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
benzene-1,2-diamine
SMILES
C1=CC=C(C(=C1)N)N
InChIKey
GEYOCULIXLDCMW-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 530.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 530.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,2-Phenylenediamine dari TCI, yang juga dikenal sebagai o-fenilendiamina, adalah diamina aromatik dengan dua gugus amino yang bersebelahan pada cincin benzena. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik terpenting dalam kimia organik, karena menjadi pintu masuk utama untuk sintesis berbagai heterosiklik bernitrogen. Di laboratorium, peneliti memakainya untuk membuat benzimidazol, kuinoksalin, dan benzodiazepin. Ia juga menjadi pereaksi derivatisasi dalam analisis senyawa α-dikarbonil, serta substrat kromogenik dalam berbagai uji enzimatik berbasis peroksidase.

Posisi orto kedua gugus amino adalah alasan utama senyawa ini dipilih. Dengan susunan ini, ia dapat bereaksi dengan asam karboksilat, aldehida, atau senyawa 1,2-dikarbonil dan langsung menutup cincin heterosiklik dalam satu tahap. Kedua atom nitrogennya juga dapat mengikat logam sebagai ligan bidentat. Senyawa ini peka terhadap oksidasi dan mudah berubah warna bila terpapar udara dan cahaya. Sifat oksidasi yang sama dimanfaatkan dalam uji ELISA, karena oksidasinya menghasilkan produk berwarna yang dapat diukur secara spektrofotometri.

Di Indonesia, 1,2-Phenylenediamine dipakai luas di laboratorium kimia organik dan kimia medisinal perguruan tinggi, laboratorium analisis pangan, serta laboratorium bioteknologi dan diagnostik. Penelitian sintesis turunan benzimidazol sebagai kandidat obat cukup populer di kalangan peneliti farmasi tanah air. Kemasan 25g dan 100g memudahkan laboratorium membeli sesuai kebutuhan, sehingga bahan tidak terlalu lama tersimpan dan teroksidasi.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis benzimidazol: kondensasi dengan asam karboksilat atau aldehida langsung menutup cincin benzimidazol, kerangka yang sangat penting dalam kimia medisinal untuk antelmintik, antijamur, dan kandidat obat lainnya.
  • Sintesis kuinoksalin: reaksi dengan senyawa 1,2-dikarbonil menghasilkan kuinoksalin secara efisien, sehingga senyawa ini banyak dipakai dalam riset material fungsional dan senyawa bioaktif.
  • Derivatisasi analitik α-dikarbonil: senyawa ini bereaksi selektif dengan metilglioksal, diasetil, dan senyawa sejenis membentuk turunan kuinoksalin yang mudah dianalisis dengan HPLC.
  • Substrat kromogenik uji peroksidase: dalam ELISA, senyawa ini dioksidasi oleh enzim HRP menjadi produk berwarna, sehingga aktivitas enzim dapat diukur dengan spektrofotometer.
  • Ligan kimia koordinasi: dua atom nitrogen pada posisi orto membentuk khelat dengan ion logam, dan juga menjadi bahan awal ligan basa Schiff untuk riset kompleks logam.

Merek TCI (kode produk P0168)
Nomor CAS 95-54-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 100g
Bentuk fisik padatan, dapat menggelap bila terpapar udara dan cahaya; lihat lembar data TCI
Penyimpanan simpan tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan udara, di tempat sejuk

1,2-Phenylenediamine tergolong bahan berbahaya. Senyawa ini toksik, dapat memicu sensitisasi kulit, dan diduga berpotensi mutagenik maupun karsinogenik. Karena itu, tangani dengan sangat hati-hati di lemari asam sambil memakai sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat dan terlindung dari cahaya, sebaiknya di bawah gas inert, di tempat sejuk dan kering. Langkah ini mencegah oksidasi yang membuat bahan menggelap. Jauhkan dari oksidator kuat dan asam. Hindari pembentukan debu, cuci tangan setelah bekerja, dan ikuti SDS dari TCI untuk penanganan dan pembuangan limbah.

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.