2-(1-Adamantyl)-4-bromoanisole adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang khas, terdiri dari gugus bromo dan gugus anisol yang saling terhubung. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan pembangun (building block) dalam reaksi kimia organik, terutama dalam pembentukan senyawa heterosiklik atau senyawa dengan struktur kompleks.
Senyawa ini memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap sangat reaktif dalam lingkungan kimia tertentu. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini memiliki potensi untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi substitusi, reaksi elektrofilik, dan reaksi lainnya yang relevan dalam sintesis senyawa organik. Karena sifat tersebut, senyawa ini menjadi pilihan yang tepat untuk penelitian ilmiah dan pengembangan produk kimia.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama dalam bidang kimia organik dan farmasi. Banyak institusi pendidikan dan penelitian menggunakan bahan ini untuk mengembangkan senyawa baru yang memiliki aplikasi dalam bidang kesehatan dan industri. Ketersediaannya di pasar lokal membuat senyawa ini mudah diakses oleh para peneliti dan praktisi kimia.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat
- Reaksi substitusi bromo dalam sintesis senyawa kompleks
- Penelitian struktur molekuler untuk pemahaman reaktivitas kimia
- Pengembangan senyawa farmakologis dengan aktivitas biologis tertentu
- Studi mekanisme reaksi dalam proses sintesis organik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 104224-63-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari paparan sinar matahari langsung. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau gelas. Karena sifat reaktifnya, senyawa ini harus ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan area penyimpanan memiliki ventilasi yang baik untuk menghindari akumulasi uap atau bau yang berbahaya.
—


