6-Amino-2-benzoxazolinone adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi kimia yang melibatkan pembentukan struktur cincin aromatik, terutama dalam bidang organik dan farmakologi. Sebagai building block, senyawa ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obat, bahan baku farmasi, atau senyawa dengan aktivitas biologis tertentu.
Bahan ini memiliki struktur kimia yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga mudah bereaksi dengan berbagai reagen dalam kondisi tertentu. Karakteristik ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik, terutama dalam sintesis senyawa dengan struktur kompleks. Ketersediaannya dalam bentuk padat dan kemudahan dalam pemrosesan membuatnya sangat praktis untuk digunakan dalam laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini sering digunakan dalam penelitian ilmu kimia, farmasi, dan biokimia. Banyak institusi penelitian dan universitas memanfaatkan bahan ini untuk eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa baru atau modifikasi struktur molekul. Karena keberagaman aplikasinya, senyawa ini menjadi bahan yang sangat diminati oleh para peneliti lokal.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kimia organik dalam penelitian farmakologi
- Pengujian aktivitas biologis senyawa baru
- Penelitian struktur molekul dan mekanisme reaksi kimia
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa farmasi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 22876-17-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Bahan ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Hindari paparan langsung dari cahaya matahari dan udara bebas untuk mencegah degradasi. Gunakan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Selama penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—








