6-Acetyl-2-benzoxazolinone adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi sintesis organik. Senyawa ini memiliki struktur heterosiklik yang kompleks dan sering dijadikan bahan dasar dalam pembuatan senyawa lain yang memiliki aktivitas biologis. Dalam laboratorium, senyawa ini digunakan untuk menghasilkan senyawa-senyawa seperti obat, pestisida, atau bahan baku industri kimia. Karena sifatnya yang reaktif, senyawa ini sering dimanipulasi dalam kondisi tertentu untuk menghasilkan produk akhir yang diinginkan.
6-Acetyl-2-benzoxazolinone memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap suhu tinggi dan paparan oksidatif. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik seperti etil asetat dan aseton. Sifat-sifat ini membuat senyawa ini menjadi pilihan yang tepat dalam reaksi kimia yang memerlukan kontrol ketat atas kondisi reaksi.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti kimia, farmasi, dan industri bahan kimia. Banyak institusi pendidikan dan penelitian di Indonesia memanfaatkan senyawa ini untuk keperluan penelitian dan pengembangan produk baru. Ketersediaan senyawa ini mendukung kegiatan penelitian yang berkualitas di berbagai bidang ilmu kimia.
- Sintesis senyawa obat dengan aktivitas anti-inflamasi
- Pembuatan bahan aktif dalam formulasi pestisida
- Reaksi kimia untuk pengembangan bahan polimer
- Penelitian tentang senyawa yang memiliki aktivitas antimitotik
- Pengujian katalis dalam reaksi organik kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 54903-09-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, menjauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Wadah yang digunakan harus terbuat dari bahan tahan korosi seperti plastik atau kaca. Dalam penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Senyawa ini bersifat reaktif, sehingga perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—








