Astragaloside IV adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam bidang biokimia dan farmakologi. Bahan ini merupakan salah satu komponen aktif dari tanaman Astragalus, yang dikenal dalam dunia medis tradisional sebagai bahan yang memiliki efek penyembuhan dan penguatan sistem imun. Dalam laboratorium, Astragaloside IV sering digunakan sebagai bahan baku untuk penelitian terapi obat, pengujian toksisitas, dan analisis senyawa bioaktif. Astragaloside IV memiliki struktur molekuler kompleks yang memungkinkan interaksi spesifik dengan berbagai protein dan enzim dalam tubuh. Sifat ini membuatnya menjadi bahan yang sangat diminati dalam penelitian farmakologis dan biomedis. Selain itu, senyawa ini stabil dalam kondisi tertentu dan mudah dianalisis menggunakan teknik seperti HPLC dan spektroskopi. Di laboratorium Indonesia, Astragaloside IV digunakan dalam berbagai penelitian ilmiah, terutama di bidang farmasi dan bioteknologi. Bahan ini sering dipakai dalam studi efek farmakologis, pengembangan obat herbal, dan analisis senyawa bioaktif yang berasal dari tanaman. Peneliti di Indonesia mengapresiasi ketersediaan bahan ini untuk mendukung inovasi ilmiah dan pengembangan produk kesehatan.
Brosur TCI (PDF)
- Terpenes 2025-09-22 · hal. 10
- Phytochemicals 2025-12-17 · hal. 5
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 52
- Penelitian efek farmakologis tanaman Astragalus pada sistem imun manusia
- Pengembangan obat herbal berbasis senyawa bioaktif alami
- Uji toksisitas dan keamanan senyawa bioaktif untuk penggunaan klinis
- Analisis kandungan senyawa aktif dalam ekstrak tanaman menggunakan teknik HPLC
- Penelitian interaksi Astragaloside IV dengan protein target dalam sel manusia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 84687-43-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Biochemicals and Reagents |
| Ukuran kemasan | 250mg, 1g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Astragaloside IV harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari paparan cahaya dan kelembapan untuk mempertahankan kualitasnya. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil, tidak lebih dari 25°C. Selama penyimpanan, hindari kontak langsung dengan bahan kimia beracun atau korosif. Selalu gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker saat menangani bahan ini untuk meminimalkan risiko paparan.
- Yusufoglu dkk. (2014). Isolation of Astragaloside IV and Cyclocephaloside I from Astragalus gummifera and evaluation of Astragaloside IV ON CCL4 induced liver damage in rats. Planta Medica doi:10.1055/s-0034-1382519
- Indu dkk. (2021). Antiviral activity of astragaloside II, astragaloside III and astragaloside IV compounds against dengue virus: Computational docking and in vitro studies. Microbial Pathogenesis doi:10.1016/j.micpath.2020.104563
- Yusufoglu dkk. (2014). Isolation of Astragaloside-IV and Cyclocephaloside-I from Astragalus gummifera and Evaluation of Astragaloside-IV on CCl4 Induced Liver Damage in Rats. Asian Journal of Biological Sciences doi:10.3923/ajbs.2015.1.15
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








