8-Bromo-1-octanol adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk menghasilkan senyawa kompleks dengan struktur yang lebih rumit. Bahan ini sering ditemukan dalam sintesis senyawa heterosiklik dan molekul organik yang memiliki aplikasi luas dalam bidang farmasi dan material. Sebagai salah satu komponen dasar (building block), senyawa ini memiliki peran penting dalam pembentukan ikatan kimia yang spesifik, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi pembentukan ikatan baru.
8-Bromo-1-octanol memiliki sifat kimia yang stabil dan reaktivitas yang dapat dikontrol, sehingga memudahkan peneliti dalam mengarahkan reaksi kimia sesuai dengan tujuan eksperimen. Kehadiran grup bromo pada rantai alkil membuat senyawa ini sangat cocok untuk reaksi substitusi nukleofilik dan reaksi penggantian. Selain itu, senyawa ini memiliki kelarutan yang cukup baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan dalam proses pemisahan dan isolasi produk akhir.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia murni, pengembangan obat, dan sintesis senyawa baru. Banyak institusi penelitian dan universitas lokal menggunakan bahan ini sebagai bahan baku untuk eksperimen yang memerlukan keakuratan dan presisi tinggi.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi substitusi nukleofilik dalam kimia organik murni
- Pembuatan senyawa dengan struktur kompleks untuk penelitian material
- Eksperimen kimia untuk memahami mekanisme reaksi organik
- Pengembangan senyawa farmakologis dengan aktivitas spesifik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 50816-19-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan cahaya dan suhu tinggi |
8-Bromo-1-octanol harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber panas serta sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, namun tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Penggunaan wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia dianjurkan. Selama eksperimen, bahan ini harus ditangani dengan alat pelindung yang sesuai, seperti sarung tangan dan kacamata pelindung.
—


