2-Octanol adalah alkohol sekunder dengan delapan atom karbon, dan gugus hidroksilnya terletak pada karbon kedua. Posisi ini membuat atom karbon tersebut menjadi pusat kiral. Karena itu 2-Octanol sering muncul dalam studi stereokimia dan resolusi enantiomer. TCI menyediakannya sebagai building block non-heterosiklik untuk sintesis organik. Di laboratorium, senyawa ini dipakai sebagai substrat model reaksi alkohol sekunder, bahan awal sintesis 2-oktanon, dan bahan untuk menghasilkan turunan ester maupun eter bercabang.
2-Octanol dipilih karena perilakunya sebagai alkohol sekunder berbeda jelas dari 1-oktanol. Laju oksidasinya berbeda, begitu pula selektivitas esterifikasinya dan kecenderungannya dalam reaksi eliminasi. Perbedaan ini menjadikannya bahan pembanding yang baik dalam pembelajaran dan penelitian. Pusat kiralnya membuat senyawa ini populer sebagai substrat untuk menguji resolusi kinetik enzimatik dengan lipase. Rantai hidrokarbonnya yang cukup panjang membuatnya lipofilik dan mudah ditangani dalam sistem pelarut organik.
Di laboratorium Indonesia, 2-Octanol relevan bagi kelompok riset biokatalisis yang mengembangkan enzim lipase lokal, laboratorium kimia organik yang mempelajari stereokimia, dan kampus yang mengajarkan perbedaan reaktivitas alkohol primer dan sekunder. Produk ini tersedia dalam kemasan 500mL, cukup untuk serangkaian percobaan sintesis dan pengujian berulang.
- Resolusi kinetik enzimatik: pusat kiral pada karbon kedua menjadikannya substrat klasik untuk menguji enantioselektivitas lipase dalam reaksi asilasi atau hidrolisis.
- Oksidasi menjadi 2-oktanon: sebagai alkohol sekunder sederhana, senyawa ini cocok untuk mengevaluasi reagen dan katalis oksidasi yang menghasilkan keton secara selektif.
- Pembanding reaktivitas alkohol: ketika dipasangkan dengan 1-oktanol, senyawa ini membantu menunjukkan perbedaan laju reaksi antara alkohol primer dan sekunder secara eksperimental.
- Sintesis ester dan eter bercabang: gugus hidroksil sekundernya dapat diesterifikasi atau dieterifikasi untuk menghasilkan senyawa dengan rantai bercabang bagi riset formulasi.
- Studi reaksi eliminasi: dehidrasi alkohol sekunder menghasilkan campuran isomer oktena, sehingga berguna untuk mempelajari regioselektivitas reaksi eliminasi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 123-96-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 500mL |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan berventilasi, jauh dari oksidator kuat dan api |
2-Octanol sebaiknya disimpan di wadah aslinya yang tertutup rapat, di area sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari sumber api, panas berlebih, dan oksidator kuat. Setelah botol dibuka, tutup kembali dengan rapat untuk mencegah penguapan dan kontaminasi, apalagi bila bahan dipakai sebagai substrat dalam studi enantioselektivitas yang menuntut kemurnian. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, dan kerjakan di lemari asam. Rujuk SDS dari TCI untuk informasi bahaya dan pembuangan limbah.
- Sassi dkk. (2002). Structural and dynamical investigations of 1-octanol: a spectroscopic study. Journal of Molecular Liquids doi:10.1016/s0167-7322(01)00360-9
- Bidon-Chanal dkk. (2009). Solvation enthalpies of neutral solutes in water and octanol. Theoretical Chemistry Accounts doi:10.1007/s00214-009-0534-z
- Ulmschneider dkk. (1999). Computing partition coefficients for small organic molecules in the octanol/water system. Journal de Chimie Physique et de Physico-Chimie Biologique doi:10.1051/jcp:1999176
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
